RABU SERU

Memberi Tak Harus Mahal, Inilah Komunitas Kado Kecilku

Aktivitas berbagi dari komunitas Kado Kecilku (Sumber foto: Dok. Kado Kecilku)
Aktivitas berbagi dari komunitas Kado Kecilku (Sumber foto: Dok. Kado Kecilku)

GenPI.co – Berbagi tak harus melulu soal materi, melainkan waktu dan secuil senyuman lebih bermakna, setidaknya ini yang dilakukan sekelompok pemuda dalam komunitas Kado Kecilku. Berawal dari niat sederhana ingin berbagi, mereka telah memberikan keteduhan pada atap Panti Asuhan di area Jabodetabek.

Ucu Jonathan, seorang karyawan swasta di Jakarta, dialah yang telah mengumpulkan sejumlah rekan-rekan pekerja di Jakarta untuk bergabung di bawah payung ‘Kado Kecilku’. Tujuannya sederhana, ia ingin mengajak para pekerja rantau untuk menyumbangkan sedikit tenaga dan waktu dengan berbagi keceriaan kepada teman-teman di Panti Asuhan.

“Awal kali tahun 2017 akhir, saya tidak bisa pulang kampung di NTT. Saya berfikir saya perlu keluarga di sini. Lalu saya mengajak dua teman lainnya, Sofie dan Yosef untuk membawa nama Kado Kecilku berbagi kasih di Panti Asuhan,” ujar pemuda asal Sumba itu kepada GenPI.co, belum lama ini.

Rasa kasih dan cinta itulah yang melatarbelakangi komunitas Kado Kecilku untuk bertandang ke salah satu panti asuhan bernama ‘Yayasan Sinar Pelangi’ di bilangan Pondok Gede, Bekasi. Berkat arahan seorang teman, Ucu dan dua temannya lantas melakukan riset ke Panti Asuhan tersebut untuk memastikan bahwa tempat tersebut layak untuk dibantu.

Memberi Tak Harus Mahal, Inilah Komunitas Kado Kecilku
Aktivitas komunitas Kado Kecilku (Sumber: Dok.)

“Akhirnya saya calling volunteer ke teman-teman dekat untuk merealisasikan project pertama di Panti Asuhan. Terkumpul 10 orang dan kita menyusun konsep untuk acara di Panti,” ungkap Ucu.

Konsep pun lantas digodog di sebuah kamar kost. Mereka betul-betul memastikan konsep bisa diterima dengan baik mengingat penghuni panti asuhan ini ialah penyandang disabilitas dan anak-anak. Tercetuslah ide untuk melakukan permainan dan bagi-bagi kado kepada para penghuni Panti. “Memberi itu tidak harus mahal, even kehadiran kita aja saya rasa udah priceless,” tambahnya.


Diakui Ucu, komunitas ini hanya bermodal tangan kosong. Tak ada anggaran tertentu yang mereka kumpulkan. Memang anggota komunitas ini rata-rata beranggotakan para pekerja di sejumlah instansi dan perusahaan swasta hingga BUMN, namun esensi mereka hanya ingin berbagai kasih semampunya.


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

Berita Tentang I Dont Hate Monday Terbaru dan Terkini Hari ini

KULINER