Rabu Seru

Melatih Fokus dan Kesabaran Bersama Komunitas Jemparingan

Anggota Komunitas Pametri Jemparingan Djogonegaran Wonosobo sedang unjuk kebolehan di perayaan nyadran suran Festival Dasasura 2019 di desa Bomerto. (Foto: Wening/GenPI.co)
Anggota Komunitas Pametri Jemparingan Djogonegaran Wonosobo sedang unjuk kebolehan di perayaan nyadran suran Festival Dasasura 2019 di desa Bomerto. (Foto: Wening/GenPI.co)

GenPI.co - Ada pemandangan berbeda dari perayaan nyadran suran Festival Dasasura 2019 di desa Bomerto, Wonosobo, belum lama ini. Di sebelah timur panggung, tampak kain hitam membentang dengan ukuran kurang lebih 2x2 meter. Lurus di depan bentangan kain hitam itu, berjarak sekitar 20 meter ada sekelompok orang mengenakan pakaian Jawa yang sedang asyik memanah sambil duduk.

Tradisi panahan tersebut disebut jemparingan. Berbeda dengan panahan modern, para pemanah jemparingan harus memanah dengan posisi duduk, bisa bersila atau timpuh. 

Di Wonosobo, para penghobi jemparingan memiliki komunitasnya sendiri. Namanya Komunitas Pametri Jemparingan Djogonegaran Wonosobo. Komunitas yang sudah berdiri selama 3 tahun itu diketuai oleh Agus Wuryanto. 

Triyono Nanang Eka, salah satu mentor jemparingan mengungkapkan bahwa untuk bisa memanah sesuai sasaran, harus bisa fokus dan sabar. Ia menjelaskan, posisi duduk menghadap kanan, tangan kiri memegang busur dengan kemiringan 45 derajat, tapi tidak boleh menyentuh tanah.

“Tga jari : telunjuk, tengah, dan jari manis di tangan kanan menarik tali busur dengan kuat. Fokus, paskan sasaran dan lepaskan,”  katanya menginstruksikan dengan sabar pada setiap pengunjung yang ingin mencoba.

Sasaran panahan jemparingan ini bukanlah berbentuk lingkaran, tapi bentuknya adalah bandul putih dengan cat merah di ujungnya. 

Bukan cuma pengunjung yang penasaran ingin mencoba tradisi memanah kalangan keluarga Mataram ini. Tidak ketinggalan, tamu undangan yang turut hadir dalam acara nyadran suran Festival Dasasura turut pula mencobanya. Mereka antara lain Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat, Kadisparbud One Andang Wardoyo, Danramil Wonosobo, Perwakilan Polsek Wonosobo,  dan Pj Kabes Bomerto Eko Widhi Nugroho.


Buk…buk.. buk.. buk… empat anak panah beriringan melesat kencang mengenai kain hitam. Bahkan, anak panah Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat tepat mengenai bandulan. Semuanya bersorai dan bertepuk tangan.


RELATED NEWS