Mau Langsing dan Cegah Diabetes? Makan Sego Jagung dan Singkong

ki-ka: Robertus Budi Setiono (direktur keuangan), Junaedi Saputro (Direktur Manufaktur dan Teknologi), Iwan Santoso (Direktur Utama GITA Food), dan Ny Iwan Santoso. Foto: Mesya/JPNN.com
ki-ka: Robertus Budi Setiono (direktur keuangan), Junaedi Saputro (Direktur Manufaktur dan Teknologi), Iwan Santoso (Direktur Utama GITA Food), dan Ny Iwan Santoso. Foto: Mesya/JPNN.com

GenPI.co - Anda mau langsing? Mau cegah diabetes dengan biaya murah? Cobalah konsumsi sego jagung dan singkong. Keduanya sudah menjalani uji laboratorium dan terbukti mengandung kandungan serat yang tinggi.

Saat ini, Indonesia ada di posisi 6 negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Angkanya mencapai 10,3 juta jiwa. 

BACA JUGA: Hari Diabetes Sedunia, Kencing Manis Apakah Bisa Disembuhkan?

Solusinya, harus ada keseimbangan makanan dan olah raga.

"Di sini kami ikut membantu pemerintah dalam menekan jumlah penderita diabetes dengan melakukan inovasi-inovasi menciptakan produk makanan sehat. Salah satunya sego (nasi) jagung dan sego singkong," kata Iwan Santoso, Direktur Utama GITA Food di sela-sela pameran International Exhibition on Food & Beverage Product, Technology, Ingredient, Additive, Raw Materials, Services, Equipment and Supplies di Jakarta, Kamis (14/11).

BACA JUGA: Awas, Ngemil di Malam Hari Bikin Diabetes

Sego jagung dan singkong, menurut Iwan, diproduksi tanpa pengawet dan pewarna buatan. Itu artinya, produk ini bebas dari bahan kimia. Produknya juga sudah menjalani uji laboratorium dan terbukti mengandung kandungan serat yang tinggi.


Kandungan serat dari jagung mencapai 10 dan singkong mencapai 8. Juga memiliki indeks Glikemik (angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada pangan) rendah. Untuk jagung 45. Dan untuk singkong 54 (singkong). Itu artinya, bisa dikonsumsi para penderita diabetes dengan aman.


Redaktur : Agus Purwanto

RELATED NEWS