Media Soial Memicu Frustrasi Lebih Tinggi Terhadap Remaja Putri

Media sosial memicu frustasi lebih tinggi terhadap remaja putri. Foto: Jcomp/Freepik
Media sosial memicu frustasi lebih tinggi terhadap remaja putri. Foto: Jcomp/Freepik

GenPI.co - Remaja merupakan kelompok usia yang amat rentan terkena depresi. Akan tetapi, risikonya ternyata berbeda antara remaja laki-laki dan perempuan. 

Menurut sebuah penelitian terbaru dalam Journal of Adolescence, angka penderita depresi pada perempuan dari tahun ke tahun meningkat lebih pesat dibandingkan remaja laki-laki.

BACA JUGA: Waspada, Media Sosial Bisa Jadi Pemicu Baby Blues

Peningkatan tersebut disinyalir berhubungan dengan semakin maraknya penggunaan smartphone dan media sosial.

Lantas, bagaimana kedua faktor tersebut bisa meningkatkan risiko depresi? Berikut penjelasan selengkapnya.

ADVERTISEMENT

Remaja laki-laki lebih sering memakai smartphone untuk bermain game, sedangkan remaja perempuan untuk chatting atau menggunakan media sosial. Keduanya memiliki pola komunikasi yang berbeda.

Media sosial membuat remaja perempuan berinterMediaaksi lewat gambar dan tulisan. Padahal, hal sepele seperti menanti balasan chat yang lama sudah bisa memicu rasa cemas.

Media sosial juga seakan-akan membentuk kasta dari jumlah pengikut dan likes pada akun mereka.


Redaktur : Irwina Istiqomah

loading...

BERITA LAINNYA