Alat Tes Covid-19 Karya Anak Bangsa Lulus Lisensi Edar di Dunia

Ilustrasi alat tes Covid-19. Foto: Pixabay
Ilustrasi alat tes Covid-19. Foto: Pixabay

GenPI.co- Seorang entrepreneur dari Indonesia, Santo Purnama, berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk virus Corona jenis baru Covid-19 hanya dalam waktu 4 bulan. Alat tersebut telah lulus lisensi edar di Eropa, Amerika Serikat, dan India.

Alat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan pengetesan di rumah masing-masing hanya dalam waktu 10 menit dan harganya pun sangat terjangkau yakni sekitar Rp160.000 per unit.

Santo mengembangkan teknologi pengetesan COVID-19 melalui perusahaannya, Sensing Self yang berbasis di Singapura.

BACA JUGAEntrepreneur Muda Ini Bagikan Tips untuk Memulai Bisnis Hijab

Resmi diproduksi sejak bulan Februari, alat rapid test Sensing Self telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia yaitu Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), dan Amerika Serikat.

Untuk pasar Amerika Serikat, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal.

India, yang memiliki ribuan kasus positif Covid-19, telah memesan alat tes cepat Sensing Self sebanyak 3 juta unit.

Sebagai warga negara Indonesia, Santo siap membawa alat tes mandiri ini untuk membantu Pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi Covid-19. Namun, ia belum mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang.

"Perang melawan COVID-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemik ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan respons positif bagi inisiatif kami untuk membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia," kata Santo dikutip Antara, Jumat (3/4/2020).

"Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan,” katanya.

Sensing Self masih menunggu persetujuan pemerintah untuk mengedarkan alat ini di Indonesia, dari pengajuan yang disampaikan sejak empat minggu lalu. Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memberikan persetujuan.

India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir. Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan.

Santo mengatakan bahwa alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa.

loading...

BACA JUGAKisah 'Preman Pensiun' yang Jadi Penjaga Masjid Islamic Centre

“Kami telah mengirimkan alat tes mandiri Sensing Self untuk membantu lembaga-lembaga riset ternama seperti Mayo Clinic, University of California San Francisco, dan Chan Zuckerberg Biohub. Kami selalu menjaga kualitas produk dan akurasi hasil, karena kami paham bahwa alat ini berhubungan dengan kesehatan seseorang. Pendeteksian dini virus Covid-19 bisa menentukan antara hidup dan mati,” tutur Santo. (ant)

Heboh..! Coba simak video ini:


Redaktur : Irwina Istiqomah

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING