Di Balik Warna Cerah Batik Pekalongan

Proses penjemuran kain batik (foto: DestinAsian Indonesia)
Proses penjemuran kain batik (foto: DestinAsian Indonesia)

Kawasan Jawa Tengah menjadi sentra produksi batik, salah satunya adalah Pekalongan. Mulai dari batik tulis hingga cap diproduksi di sana. 

Pekalongan yang mendapat julukan Kota Batik ini masuk dalam jaringan kota kreatif UNESCO kategori crafts & folk art pada akhir 2014. Tak hanya itu, Pekalongan juga memiliki city branding yaitu World's city of Batik.

Mayoritas perajin batik Pekalogan tinggal di wilayah pesisir utara pulau Jawa. Inilah yang menyebabkan adanya faktor pengaruh kebudayaan dari sebuah jalur perdagangan pada masa lampau. 

Batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota serta daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo. Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Tiongkok, Belanda, Arab, Asia, Melayu, Jepang pada zaman lampau mampu mewarnai dinamika pada desain dan pola serta tata warna seni batik di Pekalongan.

Dengan adanya percampuran budaya tersebut maka, beberapa jenis pola batik hasil pengaruh dari berbagai negara tersebut, yang kemudian dikenal sebagai identitas batik Pekalongan. 

ADVERTISEMENT

Desain tersebut terdiri dari batik Jlamprang, diilhami dari negeri di Asia serta Arab. Lalu batik Encim serta Klengenan, dipengaruhi oleh peranakan Tiongkok. Batik Belanda, batik Pagi Uncomfortable, serta batik Hokokai, tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang.

Baca juga: Pecinta Batik, Yuk Kenali Motif Primitif Batik Toraja

Batik asli Pekalongan terkenal dengan istilah batik pesisir yang kaya akan warna. Tak heran jika dalam sehelai kain batik Pekalongan dapat dijumpai hingga delapan warna terang dengan kombinasi yang dinamis. 


Reporter : Mia Kamila

Redaktur : Linda Teti Cordina

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING