AS Ikut Campur Urusan Dalam negeri Iran, Kutukan pun Meluncur!

AS Ikut Campur Urusan Dalam negeri Iran, Kutukan pun Meluncur! - GenPI.co
AS dikutuk Iran lantaran mengomentari pemilihan Presiden Ebrahim Raisi. (Foto: Ayoub Ghaderi/YJC/WANA West Asia News Agency via REUTERS)

GenPI.co - Iran pada hari Selasa (22/6) mengutuk "campur tangan" AS dalam urusan dalam negerinya, setelah Departemen Luar Negeri mengkritik pemilihan presiden pekan lalu di Republik Islam sebagai tidak bebas dan tidak adil.

Ulama ultrakonservatif Ebrahim Raisi mencetak 62 persen suara dalam pemilihan hari Jumat, dengan lebih dari separuh pemilih menjauh setelah banyak politikus kelas berat dilarang mengikuti pemilihan.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari berikutnya bahwa pihaknya menyesalkan bahwa Iran tidak dapat mengambil bagian dalam “proses pemilihan yang bebas dan adil.”

BACA JUGA:  Pernyataan Saudari Kim Jong Un Tajam! Niat AS Langsung Patah

"Kami menganggap pernyataan ini sebagai contoh campur tangan dalam urusan internal Iran. Kami mengutuknya" kata juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei.

Dia menmanbahkan bahwa pemerintah AS tidak dalam posisi untuk mengomentari proses pemilihan di Iran atau negara lain mana pun.
Iran dan Amerika Serikat telah menjadi musuh bebuyutan selama lebih dari 40 tahun.

BACA JUGA:  Aksi Maut Negara-negara Barat, Belarus Langsung Ketar-ketir

Ketegangan di antara mereka meningkat setelah presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir utama pada 2018 dan memberlakukan sanksi yang melumpuhkan.

Penerus Trump, Joe Biden, lebih suka bergabung kembali dengan perjanjian nuklir dan pihak-pihak yang tersisa dalam perjanjian itu terlibat dalam negosiasi di Wina untuk mencoba menyelamatkannya.

BACA JUGA:  Presiden Iran Ogah Ketemu Joe Biden, Jawaban AS Tak Kalah Menohok

Raisi, yang dianggap dekat dengan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan pada hari Senin(21/6) bahwa dia tidak akan membiarkan negosiasi berlarut-larut.(AFP)

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara