Lebanon di Tubir Maut, Bahkan Pasokan Air Cuma Cukup Sebulan

Lebanon di Tubir Maut, Bahkan Pasokan Air Cuma Cukup Sebulan - GenPI.co
Kekacauan di Lebanon akibat krisis keuangan parah di negara itu. (Foto: AP)

GenPI.co - Krisis mata uang di Lebanon dapat menyebabkan runtuhnya pasokan air utama di Lebanon dalam waktu satu bulan.

Peringatan itu dikeluarkan oleh UNICEF, badan PBB yang menanganai kesejahteraan anak di seluruh dinia.

“Lebih dari empat juta orang, termasuk satu juta pengungsi, berada dalam risiko langsung kehilangan akses ke air bersih di Lebanon,” kata UNICEF pada Jumat (23/7).

BACA JUGA:  Rudal Getarkan Gedung, Lebanon Lapor PBB, Israel Jadi Tersudut

Badan PBB itu mengatakan bahwa biaya pemeliharaan yang dikeluarkan dalam dolar AS, kekurangan dana dan runtuhnya jaringan listrik secara paralel dengan cepat menghancurkan sektor air.

Perwakilan UNICEF di Lebanon Yukie Mokuo memperkirakan, sebagian besar pemompaan air secara bertahap akan berhenti di seluruh negeri dalam empat hingga enam minggu ke depan.

BACA JUGA:  Pergerakan di Perbatasan Lebanon, Israel Menyisir, Ternyata…

“Hilangnya akses ke pasokan air publik dapat memaksa rumah tangga untuk membuat keputusan yang sangat sulit mengenai kebutuhan dasar air, sanitasi dan kebersihan mereka,” kata Mokuo.

Kehancuran Lebanon, yang dimulai dengan krisis keuangan yang disebabkan oleh korupsi dan salah urus negara, dengan cepat menyebar ke setiap aspek kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  Jelang Lengser, Presiden Iran Blak-blakan Lakukan ini

Pound Lebanon, yang selama bertahun-tahun dipatok ke dolar AS, telah kehilangan lebih dari 90 persen nilainya selama 18 bulan terakhir.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara