Australia Akan Kembali Kuasai Bali

Turis di Pantai Kelingking di Nusa Penida Bali (Sumber foto: awtoday.com.au)
Turis di Pantai Kelingking di Nusa Penida Bali (Sumber foto: awtoday.com.au)

GenPI.co -- Australia berpotensi mengambil kembali takhta mereka sebagai raja di Bali. Hal itu terjadi setelah China menahan diri untuk tidak membanjiri Bali pada 2019 ini. Perang dagang Amerika Serikat (AS) melawan China berdampak pada menurunnya jumlah turis asal Negeri Panda itu ke Bali.

Kunjungan turis asal Australia ke Bali mengalami peningkatan yang stabil sepanjang 2019. Hal itu berbalik dari kunjungan turis asal China yang menurun. Tujuh bulan pertama 2019 ini terlihat penurunan tingkat kunjungan turis dari China sebanyak 11,57 persen dan berada di angka 730.000 orang.

Sementara jumlah turis asal Australia di Bali meningkat secra stabil di angka 0,37 persen dengan jumlah turis sebanyak 707.619 per akhir Juli 2019 berdasarkandata Presiden Indonesian Institute Ross Taylor kepada WAtoday.

Sejak lama Australia adalah sumber utama turis asing yang berkunjung ke Bali. Namun, pada 2017, China mengambil alih status itu setelah mengirim 1,37 turis ke Bali, mengalahkan jumlah turis Australia yang sebanyak 1,09 juta orang.

Namun, banyaknya turis China ke Bali ini dianggap tidak banyak berpengaruh kepada ekonomi Bali. Sebab, turis China memilih harga yang termurah sehingga banyak pelaku pariwisata di Bali yang memberi diskon besar-besaran dan mendapatkan laba yang minim.

Sementara itu turis China berbelanja mempergunakan pembayaran digital melalui Alipay sehingga tidak menggunakan mata uang dolar. Hal itu membuat mereka minim berbelanja dan makan selama berada di Bali.

Baca juga:


Speedboat Dihantam Ombak di Nusa Peninda, 2 WNA Tewas


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS