Pasukan Turki Berkumpul di Perbatasan, Bersiap Invasi Suriah

Paskukan TUrki berkumpul di perbatasan negara itu dengan Suriah dan siap menginvasi kapan saja. (Foto: star.com.tr)
Paskukan TUrki berkumpul di perbatasan negara itu dengan Suriah dan siap menginvasi kapan saja. (Foto: star.com.tr)

GenPI.co - Turki mengumumkan bahwa persiapan mereka untuk melakukan operasi militer di Suriah utara telah selesai. Stasiun televisi berbahasa Arab Al Jazeera mengaku melihat sendiri persenjataan berat dan pasukan Turki di sepanjang garis perbatasan Turki - Suriah sebelah timur.

Turki mengumumkan kesiapan mereka pada Selasa (8/10). Hal itu terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menarik mundur ke posisi aman 50 anggota pasukan elit mereka yang tersisa di perbatasan Turki - Suriah sebelah timur.

BACA JUGA: Bukan Jupiter, Ternyata ini Planet dengan Jumlah Bulan Terbanyak

Sementara Presiden AS Donald Trump memperingatkan negaranya akan menjatuhkan sanksi berat kepada Turki jika mereka melakukan operasi melewati batas. Belum diketahui batas seperti apa yang menjadi ukuran AS.  Akan tetapi hal itu tampaknya dibahas dalam komunikasi telpon antara Trump dan Erdogan beberapa hari yang lalu.

"Turki tidak akan pernah menolerir kemunculan koridor teror di perbatasannya. Segala persiapan bagi operasi militer telah lengkap," ujar Kementerian Pertahanan Turki melalui akun Twitter mereka di awal Selasa.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Joanna Palani, Sniper Cantik yang Menghabisi 100 Tentara ISIS

Koridor teror ini mengacu pada wilayah Suriah di bagian timur laut yang berbatasan dengan Turki yang dikuasai oleh milisi YPG. YPG adalah sayap militer dari kelompok separatis Kurdi PKK, kelompok yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Turki dan AS.

Dalam konflik Suriah, YPG yang disuplai senjata oleh AS berhasil mengalahkan ISIS di wilayah timur laut Suriah dan kini berkuasa disana. Wilayah ini dihuni oleh etnik Kurdi, etnik yang sama seperti di Turki, Irak, dan Iran yang sejak lama ingin membentuk negara sendiri lepas dari negara-negara etnik Arab dan etnik Turki.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING