Warga perbatasan Suriah Hindari Perang Antara Turki dan Kurdi

para pengungsi meninggalkan kediaman mereka di perbatasan Suriah untuk menghidari perang yang berkecamuk. (Foto: Screen Shoot Video BBC)
para pengungsi meninggalkan kediaman mereka di perbatasan Suriah untuk menghidari perang yang berkecamuk. (Foto: Screen Shoot Video BBC)

GenPI.co - Krisis pengungsi sedang terjadi di perbatasan Suriah-Turki membuat sekitar 64.000 orang dilaporkan meninggalkan rumah mereka

Berdasarkan data yang diperoleh dari Organisasi bantuan Komite Penyelamatan Internasional, setidaknya ada 450.000 warga di perbatasan Suriah harus diungsikan. Hal tersebut untuk menghindari akibat  buruk dari pertempuran antara pasukan militer Turki dengan pasukan pemberontak Kurdi.

BACA JUGA: Pasukan Turki Berhasil Rebut 2 Kota di Perbatasan Suriah

Sementara itu sebuah pernyataan oleh badan pengungsi PBB mengatakan pemboman Turki telah mempengaruhi infrastruktur sipil utama seperti stasiun pompa air, bendungan, pembangkit listrik dan ladang minyak di Suriah . Ribuan orang bisa kehilangan akses memanfaatkan air bersih di wilayah Hasakeh.

Pihak Turki menyatakan, serangan tersebut untuk menciptakan zona aman di area yang membentang 489 km di sepanjang sisi perbatasan Suriah.

Turki menegaskan tidak akan maju lebih dalam dari batas 32 km yang direncanakan agar tidak menimbulkan korban warga sipil di perbatasan tersebut.

Sementara itu, atas permintaan lima anggota Uni Eropa Inggris, Prancis, Jerman, Belgia dan Polandia, Dewan Keamanan PBB telah membahas situasi akibat serangan Turki yang dilancarkan pada Kamis (10/10). Lima negara Uni Eropa tersebut meminta agar serangan Truki dihentikan.


Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan perihatin atas serangan yang dilancarkan Turki.


Reporter : Winento

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS