Bikin Rakyat Miskin Makin Sengsara, India Kapok Terapkan Lockdown

Para pekerja migran memenuhi terminal bus di Ghaziabad, New Delhi, Sabtu (28/3/2020). Ribuan pekerja memeilih untuk pulang ke kampung halamannya setelah pemerintah India memberlakukan "lockdown" selama 21 hari untuk mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA F
Para pekerja migran memenuhi terminal bus di Ghaziabad, New Delhi, Sabtu (28/3/2020). Ribuan pekerja memeilih untuk pulang ke kampung halamannya setelah pemerintah India memberlakukan "lockdown" selama 21 hari untuk mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA F

GenPI.co - Setelah memutuskan untuk melakukan lockdown, India mengaku kapok dengan melakukan karantina wilayah tersebut.

Selanjutnya, India tidak memiliki rencana untuk memperpanjang lockdown atau karantina wilayah selama 21 hari yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona alias COVID-19. 

BACA JUGA: Mau Tahu Kelemahan Wanita Saat Memasak? Lihat Golongan Darahnya

Keputusan tersebut diambil demi menjaga pasokan penting terus mengalir dan mencegah puluhan ribu orang yang kehilangan pekerjaan melarikan diri ke pedesaan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi telah memerintahkan 1,3 miliar orang di negara itu, untuk tetap berada di rumah sampai 15 April. 

ADVERTISEMENT

BACA JUGA: Tak Hanya Cantik, 4 Artis Ini Juga Memiliki Mata Berwarna Cokelat

Modi mengatakan, itu adalah satu-satunya harapan untuk menghentikan epidemi. Tetapi perintah itu telah menyebabkan jutaan orang India yang miskin menganggur dan kelaparan.

Takhanya itu saja, mereka juga melanggar aturan penguncian, ratusan ribu pekerja yang hidup dengan upah harian meninggalkan kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai dengan berjalan kaki ke rumah mereka di pedesaan.


Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING