Kerusuhan Meluas ke Chicago, Pemerintah Berlakukan Jam Malam

Poster terpasang saat acara mengenang mendiang George Floyd di lokasi di mana dia dibawa ke tahanan polisi dan kemudian meninggal dunia di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (1/6). (Foto: Antara/ Reuters/Leah Millis/wsj.
Poster terpasang saat acara mengenang mendiang George Floyd di lokasi di mana dia dibawa ke tahanan polisi dan kemudian meninggal dunia di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Senin (1/6). (Foto: Antara/ Reuters/Leah Millis/wsj.

GenPI.co - Kasus kematian George Floyd oleh oknum polisi Minneapolis telah membangkitkan gelombang protes di banyak tempat di Amerika Serikat. Salah satu kota yang menghadapi demonstrasi massa ada;ah Chicago.

Pemerintah setempat pun melakukan antisipasi. Wali kota Lori Lightfoot kembali memperpanjang aturan jam malam di kota itu mulai Senin (1/6) malam pukul 21.00 hingga Selasa pagi pukul 06.00. 

BACA JUGA: Dipenjara 37 Tahun, Lalu Bersinar di America's Got Talent 2020

Informasi dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Chicago, Selasa (2/6), perpanjangan itu diambil pemerintah lokal sebagai langkah antisipasi terjadinya kerusuhan pada malam hari.

"Saya sangat menyayangkan terjadinya perusakan dan penjarahan tempat-tempat usaha skala kecil milik warga, yang bahkan diketahui milik warga keturunan Afrika-Amerika," kata Lightfoot, dikutip dari pernyataan KJRI Chicago.

ADVERTISEMENT

Dengan aturan jam malam tersebut, seluruh layanan transportasi di Chicago berhenti. Namun para pekerja esensial, khususnya tenaga medis dan petugas layanan darurat dalam masa pandemi COVID-19 ini, tetap diizinkan berkegiatan.

demonstrasi di pusat kota Chicago terkonsentrasi di balai kota dan markas kepolisian. Sekitar 700 orang ditangkap selama terjadinya aksi unjuk rasa di wilayah itu.

BACA JUGA: Satu Kota Rusuh Buntut Kekerasan yang Dilakukan Oknum Polisi


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING