Tak Mau Lockdown, Hasilnya Swedia Kini Rontok...

Aturan menjaga jarak sosial di Swedia (Foto: AFP)
Aturan menjaga jarak sosial di Swedia (Foto: AFP)

April lalu Tegnell berdalih bahwa tingkat kematian yang tinggi di Swedia disebabkan karena panti-panti khusus manula tidak mampu mencegah penularan virus corona. 

BACA JUGA: Wow! Khasiat Terung Ternyata Bikin Wanita Ketagihan

Ia mengatakan, bahwa kebijakan yang sudah berlaku dapat menjadi pelajaran di masa yang akan datang.

"Jika nanti kita menghadapi wabah penyakit yang sama lagi, menyadari apa yang terjadi sekarang, saya kira kita akan bisa mengambil jalan tengah di antara apa yang telah dilakukan Swedia dan negara-negara di dunia lainnya." ungkap Tegnell.

Saat negara lain langsung menerapkan lockdown dan setelah itu melonggarkan pembatasan secara bertahap, Swedia justru melakukan upaya tanggap selangkah demi selangkah.

ADVERTISEMENT

"Kami tahu dalam sejarah tiga atau empat bulan terakhir, penyakit ini punya kemampuan tinggi untuk menyebar lagi," ujarnya.

Meskipun tidak ada lockdown, Swedia melarang rakyatnya untuk melakukan pertemuan lebih dari 50 orang dan menghentikan kunjungan ke panti jompo.

Perjalanan yang tidak penting tidak direkomendasikan. Tetapi perjalanan hingga dua jam diperbolehkan untuk melihat kerabat atau teman dekat selama mereka tidak mengunjungi toko-toko lokal dan bergaul dengan penduduk lain.(*) 


Reporter : Andi Ristanto

Redaktur : Tommy Ardyan

loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING