Hadir Lagi di China, Black Death Pernah Bunuh 50 Juta Orang Eropa

Penggambaran tragedi wabah black death pada abad ke-14 di Eropa. (Foto: The Conversation)
Penggambaran tragedi wabah black death pada abad ke-14 di Eropa. (Foto: The Conversation)

GenPI.co - Otoritas berwenang di sebuah kota di Mongolia, China baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Pasalnya, sebuah rumah sakit setempat melaporkan kasus yang diduga sebagai wabah pes.

Penyakit ini juga dikenal sebagai black death atau kematian hitam yang sangat menular dan sering berakibat fatal. Wabah ini pernah melanda Eropa pada abad ke-14 dan membunuh 50 juta orang, atau sekitar 60 persen dari total populasi kala itu.

BACA JUGA: WHO: Wabah Pes d China Tak Berisiko Tinggi

Black death di Eropa  membuat banyak pujangga menuliskan kronik yang menggambarkan mengerikannya tragredi yang mereka alami. 

Salah satunya adalah Petrarch, penyair besar Renaissance asal Florence yang menulis bahwa para anak cucu setelah mereka bakal menganggap Black Death itu sebagai dongeng karena tak percaya betapa mengerikannya wabah itu. 

ADVERTISEMENT

Selain menyerang manusia, penyakit ini juga menulari tikus, dan hewan lainnya. Biangnya adalah Yersinia Pestis, jenis bakteri yang biasanya ditemukan pada mamalia kecil dan kutu-kutu mereka.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyakit ini menyebar oleh gigitan kutu tersebut. Bentuk penularan lainnya adalah kontak langsung  jaringan atau cairan yang terinfeksi saat menangani hewan yang sakit atau yang telah mati karena wabah.

Penularan juga terjadi karena menghirup tetesan pernapasan setelah kontak dekat dengan kucing dan manusia dengan wabah pneumonik itu.


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Ootd Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING