Tanpa Gejala Itu Bahaya, Saraf Rasa Sakit Sudah Dirusak Corona

Tanpa Gejala Itu Bahaya, Saraf Rasa Sakit Sudah Dirusak Corona - GenPI.co
Ilustrasi: Pixabay

Penelitian ini menemukan hubungan antara sebuah protein sel dengan rasa sakit. Interaksi ini disebut dapat diganggu oleh virus SARS-CoV-2. 

“Ketika protein ini aktif, sel saraf berbicara dengan sesamanya. Percakapan ini terjadi pada tingkat yang sangat luar biasa pada rasa sakit kronis,” ujar profesor dari University of Arizona, Rajesh Khanna, pada ulasannya di The Conversation. 

Khanna mengutarakan bahwa ia tertarik untuk meneliti hubungan virus penyebab COVID-19 dengan sistem saraf setelah membaca sebuah penelitian ilmiah.

Pada penelitian yang ia baca, ditemukan bahwa virus corona menempel pada protein bernama Neuropilin-1. 

Pada penelitian di laboratorium, Khanna menggunakan sel saraf untuk menguji teorinya. Hasilnya, virus SARS-CoV-2 benar-benar dapat menempel pada protein Neuropilin-1. 

Masalahnya, ketika virus corona menempel pada protein Neuropilin-1, virus akan menghalangi jalan protein VEGF-A untuk bisa bereaksi dengan protein Neuropilin-1.

Karena kondisi ini, respons rasa sakit pada manusia terinfeksi virus corona bisa menurun. 

Itu berarti bahwa virus SARS-CoV-2 memiliki kemampuan untuk menyerang sel saraf sebagaimana virus menyerang lewat protein ACE2 ke organ lain. 

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara