Sekutu Israel di Arab Bertambah Satu, Palestina Makin Terjepit

Penandatanganan kesepakatan normalisasi Israel, Bahrain dan Israel di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9). Sudan kini bergabung bersama mereka. (Foto: Antara/Reuters//Tom Brenner/AWW/djo)
Penandatanganan kesepakatan normalisasi Israel, Bahrain dan Israel di Halaman Selatan Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (15/9). Sudan kini bergabung bersama mereka. (Foto: Antara/Reuters//Tom Brenner/AWW/djo)

GenPI.co - Satu lagi negara di kawasan Arab yang melakukan normalisasi hubungannya dengan Israel. Negara tersebut adalah SudanKesepakatan normalisasi hubungan  Israel dan Sudan digelar pada Jumat (23/10) dan ditengahi oleh Amerika Serikat. 

Kesepakatan itu dinegosiasikan di pihak AS oleh penasihat senior Trump, Jared Kushner, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz, penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan juga pejabat keamanan nasional Miguel Correa.

BACA JUGA: Israel dan UEA Bersekutu, Palestina Makin Terpojok

Adapun Israel diwakili oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sementara pihak Sudah diwakili oleh Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok serta Ketua Dewan Transisi Abdel Fattah al-Burhan.

"Para pemimpin sepakat menormalisasi hubungan antara Sudan dan Israel serta mengakhiri sikap permusuhan antar kedua negara," menurut pernyataan bersama, yang dirilis oleh tiga negara tersebut.

loading...

Kesepakatan ini seketika membawa dampak pada Sudan. Kamis (22/10) malam, Presiden Donald Trump menandatangani dokumen di pesawat kepresidenan Air Force One. 

Dokumen tersebut adalah sebgian dari langkah untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang dianggap AS yang mempromosikan terorisme.

Pihak Palestina pun mengomentari keputusan Sudan. Pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menggambarkan tindakan itu  sebagai tusukan baru dari belakang bagi rakyat Palestina.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Baca Buku Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING