Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kehancuran Nigeria, Warga Melarikan Diri, Tentara di Mana-mana

Kelompok militan di Nigeria. Foto: Reuters.
Kelompok militan di Nigeria. Foto: Reuters.

GenPI.co - Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) melaporkan sebanyak 65.000 orang telah meninggalkan kota Damasak di timur laut Nigeria menyusul serangkaian serangan oleh kelompok bersenjata.

Sebelumnya, pejuang dari apa yang disebut Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) menyerbu kota di negara bagian Borno tiga kali dalam seminggu untuk menyerang garnisun militer, membakar rumah dan kantor PBB, dan menewaskan sedikitnya 12 orang.

BACA JUGA: Kehancuran Myanmar, Warga Melarikan Diri, Tentara di Mana-mana

Dalam kekerasan terakhir pada Rabu (14/4/2021) lalu, para pejuang menyerang garnisun sebelum dipaksa kembali ke kota itu sendiri.

"Menyusul serangan terakhir pada Rabu 14 April, yang ketiga dalam tujuh hari, hingga 80 persen penduduk kota yang mencakup masyarakat lokal dan pengungsi internal terpaksa mengungsi," kata juru bicara UNHCR Babar Baloch dalam keterangannya, seperti dilansir dari Aljazeera, Sabtu (17/4/2021).

Sementara, beberapa telah melarikan diri ke ibu kota regional, Maiduguri, dan kota-kota terdekat lainnya sementara yang lain telah melintasi perbatasan ke wilayah Diffa di Niger, yang rentan terhadap kekerasan dari kelompok bersenjata.

“Namun, karena ketidakamanan, akses kemanusiaan semakin menantang di banyak bagian di Negara Bagian Borno Nigeria, termasuk untuk staf UNHCR, yang terpaksa dipindahkan sementara dari Damasak dalam tujuh hari terakhir,” ungkap Baloch.

Selain itu, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, menyatakan bahwa operasi bantuan telah ditangguhkan sementara di daerah itu karena ketidakamanan.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Rumah Impian Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING