Catat! Vaksinasi Cegah Infeksi yang Belum Ada Obatnya

Catat! Vaksinasi Cegah Infeksi yang Belum Ada Obatnya - GenPI.co
Arsip Foto - Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada anak dan pelajar di Kota Yogyakarta. (FOTO: ANTARA/Eka AR)

GenPI.co - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI), Budi Wiweko mengatakan vaksinasi membantu untuk mencegah terjadinya infeksi yang belum ada obatnya.

Menurut Budi Wiweko, prinsipnya setiap sel di dalam tubuh kita memiliki identitas atau KTP sehingga dikenali oleh sel imun sebagai kawan bukan lawan.

Walaupun demikian, lanjutnya ada kalanya sel tubuh memiliki masalah dengan KTP nya sehingga menjadi tidak dikenali sel imun, akibatnya sudah barang tentu sel imun akan menyerang sel tubuh sendiri.

BACA JUGA:  Ganjar Baru Sadar, Ternyata Jawa Tengah Kurangan Stok Vaksin

"Bagaimana reaksi sel imun bila ada sel asing masuk ke dalam tubuh, bisa dalam bentuk infeksi bakteri atau pun virus. Pada dasarnya sejak dibentuk, sel imun sudah disekolahin di kelenjar Timus agar mampu mengenali musuhnya dengan baik dan tidak menyerang kawan-nya sendiri, ujar Budi Wiweko seperti yang dilansir dari Antara.

Lebih lanjut, kata Budi Wiweko, bila ada bakteri atau virus masuk maka tubuh akan menyusun kekuatan dengan mengerahkan sel-sel imunnya dari berbagai lapisan.

BACA JUGA:  1,1 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia

Ada lapisan pertama, ada lapisan kedua dan ada lapisan ketiga sebagai benteng terakhir. Pasukan sel imun lapisan pertama yang paling gampang kita kenal misalnya adalah kulit, bagaimana kulit diatur kelembabannya dan banyak sel imun di bawah jaringan kulit sebagai barisan pertama pertahanan kita.

Bila barisan pertama belum mampu mengusir musuh, maka akan dilepaskan sel-sel perantara yang akan memanggil bala bantuan dan melepaskan berbagai zat untuk menghancurkan musuh. Sel-sel ini dikenal dengan sebutan sitokin.

BACA JUGA:  Usai Vaksin Covid-19 Jangan Makan 3 Makanan Ini, Bahaya

Infeksi yang tidak berat pada umumnya bisa diselesaikan di level pertama, tetapi untuk infeksi virus (yang sifatnya di dalam sel) dia membutuhkan bala bantuan yang lebih besar untuk menghancurkan virus sekaligus sel yang diinfeksinya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara