Asupan Gizi Kurang, Banyak Anak Indonesia yang Stunting

Asupan Gizi Kurang, Banyak Anak Indonesia yang Stunting - GenPI.co
Asupan Gizi Kurang, Banyak Anak Indonesia yang Stunting. Foto: Freepik

GenPI.co - South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) mengatakan bahwa asupan gizi untuk anak-anak Indonesia masih kurang. Akibatnya, prevalensi anak stunting dan anemia masih tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian SEANUTS II, sebanyak 20 persen balita di wilayah Jawa dan Sumatera mengalami stunting.

“Balita laki-laki yang stunting lebih tinggi angkanya dari perempuan,” ujar Peneliti SEANUTS II, Dian Novita Chandra, dilansir dari Antara, Kamis (23/6).

BACA JUGA:  Cara YAICI dan Kampung Dongeng Indonesia Gencarkan Edukasi Gizi

Jika dilihat berdasarkan area tempat tinggal, angka stunting di pedesaan lebih tinggi dibanding di kota.

"Di desa 33,6 dan di kota 20,6," katanya.

BACA JUGA:  KemenPPPA Targetkan Penurunan Stunting Jadi 14 Persen di 2024

Secara keseluruhan, penelitian SEANUTS II menunjukkan bahwa permasalahan anak stunting atau berperawakan pendek dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini.

Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi dari pada anak usia kurang dari lima tahun.

BACA JUGA:  Ribuan Balita Lhokseumawe Menderita Stunting, Kata Dinkes

Temuan lain juga menunjukkan bahwa aktivitas fisik harian anak usia sekolah ternyata belum mencapai tingkat kecukupan sedang yang direkomendasikan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya