Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Warning Pakar Epidemiologi UI Soal Vaksin Nusantara: Tak Layak!

Epidemiolog Universitas Indonesia Dr Pandu Riono. (Foto: tangkapan layar YouTube/JPNN)
Epidemiolog Universitas Indonesia Dr Pandu Riono. (Foto: tangkapan layar YouTube/JPNN)

GenPI.co - Vaksin Nusantara yang dikembangkan eks Menteri Kesehatan Agus Terawan Putranto telah memasuki tahap kedua.

Namun vaksin buatan dalam negeri tersebut dipertanyakan oleh  Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono. 

BACA JUGA: Pakar Top Beber Pasal Karet UU ITE, Korbannya Guru Hingga Vokalis

Pandu bahkan meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menghentikan vaksin nusantara itu demi kepentingan kesehatan masyarakat Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Sabtu (20/2), Pandu mengatakan bahwa vaksin nusantara memanfaatkan sel dendritik yang bersifat individual.

"Jadi, sebenarnya sel dendritik untuk terapi bersifat individual, dikembangkan untuk terapi kanker. Sehingga tidak layak untuk vaksinasi massal," tegas Pandu.

Ia lantas membeber bagaimana sel dendritik digunakan pada dalam terapi kanker. 

Kemampuan imun pada tubuh  bukan karena setiap orang diberi jumlah sel dendritik, tetapi karena setiap orang sel dendritik-nya bisa mendapat perlakuan yang berbeda.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING