Tempoyak, Kuliner Melayu yang Legit Untuk Pecinta Durian

Bagi pecinta durian, tentunya sudah tahu tentang tempoyak, kuliner melayu yang legit (foto: Milyawati)
Bagi pecinta durian, tentunya sudah tahu tentang tempoyak, kuliner melayu yang legit (foto: Milyawati)

GenPI.co— Sudah bukan rahasia lagi jika tanah melayu memiliki beragam kuliner khas. Tentunya sajian-sajian tersebut dihidangkan dengan cita rasa yang dipengaruhi oleh kekayaan budayanya yang berkembang. Rasa rempah yang kental menjadi daya tarik yang unik bagi setiap orang yang mencicipi.

Mulai dari yang berbahan dasar ikan, daging, maupun buah-buahan. Salah satu makanan dengan perpaduan olahan yang nikmat itu adalah tempoyak. Bagi pecinta durian, tentunya sudah tahu tentang hidangan ini.

Baca juga:

Sumatera Utara Lagi Musim Durian, Harganya Cuma Rp 5.000/Buah

Kue Talam Durian Asal Pekanbaru Masuk Nominasi Makanan Terpopuler

Tempoyak merupakan kudapan dari buah durian yang difermentasikan. Biasanya disajikan sebagai lauk dan dimakan bersama nasi hangat. Namun, juga bisa dicampurkan sebagai bumbu masakan dan penyedap sambal untuk lebih menggugah selera.

Aromanya yang menyengat, tempoyak menyerupai selai durian yang kental. Berwarna kuning dan bertekstur lembut. Saat dicicipi, tak heran jika rasanya asam, itu karena berasal dari tingginya kadar lactic acid bacteria (LAB) yang terbentuk saat proses fermentasi dan sudah pasti dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama.

Di Pulau Bintan, Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah yang mayoritas dihuni orang-orang melayu, juga terdapat banyak kebun-kebun durian yang ditanam masyarakat setempat. Selain dimakan langsung, durian tersebut juga diolah menjadi tempoyak.

“Kalau sudah musim durian tiba. Durian melimpah disini. Terkadang ada yang sampai tidak termakan. Itu kami olah menjadi tempoyak agar tidak terbuang begitu saja. Nanti, kalau sudah jadi tempoyaknya, baru enak dimakan sama nasi.” ujar Suhaini, warga Tanjungpinang.

Jika kebanyakan orang mencampurkan tempoyak dalam gulai atau sambal ikan, Suhaini lebih suka menyantapnya langsung begitu saja. Untuk menambah rasa nikmat, ia masukkan cabai rawit yang sudah ditumbuk halus kedalamnya.

“Kalau untuk saya, kayak gini lebih enak. Lebih terasa tempoyaknya. Dicampur dengan sambal ikan atau gulai juga enak sih. Tapi, selera orangkan beda-beda.” ucapnya.

Untuk membuat tempoyak ini, menggunakan durian sebagai bahan utama. Daging buah durian dipisahkan dari bijinya dan perlu dihaluskan. Lalu diberi garam agar proses fermentasinya lebih cepat. Adonan lalu dimasukkan dalam stoples rapat dan didiamkan selama 3 hingga 5 hari.


Tonton juga video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER