Liputan Khusus

Wah, Ternyata Zonasi Bikin Reuni Sekolah Jadi ‘Lo Lagi-Lo Lagi’

Jeritan Kisruh PPDB Berbasis Zonasi
Ilustrasi - Reuni karena zonasi membuat kesan yang mereka temukan adalah orang-orang dekat rumahnya lagi, tak memperluas jaringan. (Sumber foto: Depositphotos)
Ilustrasi - Reuni karena zonasi membuat kesan yang mereka temukan adalah orang-orang dekat rumahnya lagi, tak memperluas jaringan. (Sumber foto: Depositphotos)

GenPI.co – Di balik polemik sistem zonasi dalam PPDB 2019 (penerimaan peserta didik baru) rupannya akan berpotensi untuk menghapus budaya reuni sekolah. Jika dulu para alumni SMP/SMA bisa berkumpul dengan teman-teman dari berbagai wilayah kabupaten/kota, nantinya dengan sistem zonasi ini mereka hanya bisa ber-reuni hanya dengan teman se-kampung.

Aktivis pendidikan, Darmaningtyas mengungkapkan radius zonasi yang hanya 2 km atau setingkat kelurahan membuat sensasi reuni sekolah menjadi hambar. Kedepannya saat para siswa-siswi ini lulus dari sekolah dan akan mengadakan reuni di kemudian hari, pasti tak akan ada cerita-cerita menarik dari daerahnya masing-masing.

“Dengan adanya zonasi ini nantinya kalau kita reuni sekolah SMP/SMA itu hanya dengan orang-orang sekampung, jadi gak ada asyiknya kedepan reuni itu,” ujarnya kepada GenPI.co belum lama ini.

Aktivis yang telah 37 tahun berkiprah di dunia pendidikan ini cukup meyayangkan hal ini. Esensi reuni memang menjadi momen terindah dan ditunggu-tunggu oleh alumni pelajar setelah sekian tahun tidak berjumpa. Kenangan lama saat sekolah akan terbangkitkan dengan adanya reuni. Terlebih bagi orang-orang yang tinggal jauh dari sekolah, tentu akan memiliki cerita unik kala reuni tiba.

Baca juga:

Bagi yang Sudah Menikah, Waspadai Jenis Reuni ini

Wapres JK Nilai Zonasi PPDB 2019 Punya Makna

“Kalau dulu orang dari lain kabupaten dan provinsi bertemu dalam satu sekolah, sehingga ketika reuni ada sensasi tersendiri. Kalau besok gak ada asyiknya. Barangkali zonasi juga akan mematikan budaya reuni kita.” tandasnya.

Seperti diketahui tahun 2019 Kemendikbud mengeluarkan regulasi baru terkait dengan PPDB (penerimaan peserta didik baru) yakni sistem zonasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Dari ketiga sistem tersebut, zonasi masih menjadi kebijakan paling sensitif. 

Tahun ini sistem ini kembali menjadi polemik, pasalnya kuota jalur zonasi diperbanyak hingga 90 persen namun radius zonasi justru dipersempit hanya 2 km atau setingkat kelurahan.


Simak juga video ini:


Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER