Liputan Khusus

Rangsang Kecerdasan, ini Jenis Buku Bacaan Wajib Millennial

Indonesia Darurat Literasi?
Buku bacaan wajib millennial untuk menambah ilmu pengetahuan sekaligus merangsang kecerdasan.
Buku bacaan wajib millennial untuk menambah ilmu pengetahuan sekaligus merangsang kecerdasan.

GenPI.co – Tak ada yang bisa menampik jika buku adalah jendela dunia. Berbagai jenis dan judul buku baru selalu hadir tak hanya untuk memberikan wawasan, namun juga merangsang kecerdasan otak. Tentu setiap buku memiliki nilai dan tujuan tersendiri, termasuk jenis buku-buku yang cocok dibaca oleh kaum milenial.

Generasi milenial yang selalu haus akan hal-hal baru, tentu wajib untuk memilih buku-buku yang dapat memperkaya pola pikir mereka. Tentu tak sembarangan, terdapat klasifikasi tertentu yang diketahui sebelum membacanya. Seperti dilihat dari reputasi pengarang, kajian ilmiah hingga grade buku tersebut.

Baca juga: Tepis Isu Krisis Baca, Kunjungan Pembaca Perpustakaan Nasional Terus Meningkat 

“Tentu saja mereka (millennial) harus mencari buku yang ditulis oleh penulis-penulis besar yang menjadi bacaan utama masyarakat,” ungkap Prof. Rhenald Kasali, PhD, Guru Besar Universitas Indonesia (UI) saat berbincang dengan GenPI.co belum lama ini.

Ia menjelaskan, generasi millennial harus memperhatikan si penulis atau pengarang sebelum membaca sebuah buku. Langkah awal bisa mencari referensi buku mainstream, misalnya karya sastra atau novel dari pengarang-pengarang yang sudah punya reputasi. Biasanya buku seperti ini datang dari pengarang luar negeri. Hal ini bisa dilihat referensi dan review dari orang yang merekomendasikan.

Berikutnya, buku yang wajib dibaca kaum milenial adalah jenis buku-buku yang berbasis ilmu pengetahuan, seperti buku ensiklopedia, sejarah hingga biografi tokoh. “Ketiga adalah buku-buku untuk menolong dirinya sendiri, self help. Untuk membaca ini cari buku-buku karangan penulis hebat dan kita harus paham bahasa inggris untuk mendapatkan literature kelas dunia,” imbuh Rhenald.

Terakhir, lanjutnya,millennial harus berani untuk keluar dari zona aman. “Misal kita orang teknik jangan hanya membaca teknik karena kita sudah dapat di bangku sekolah. Kita harus juga membaca ilmu sosial dan sains,” tegas praktisi ekonomi itu.

Bagaimana Sobat GenPI? Sudah ada gairah untuk membaca?

Reporter : Hafid Arsyid

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER