Minggu Ceria di Pasar Cikundul

Pasar Cikundul, Sukabumi, edisi 4 November.
Pasar Cikundul, Sukabumi, edisi 4 November.

Keceriaan merebak di Pasar Cikundul Sukabumi, Minggu (4/11). Ribuan pengunjung pun larut dalam beragam keseruan yang dihadirkan GenPI Sukabumi. Tawa anak-anak bersanding manis dengan alunan musik keroncong yang begitu syahdu.

Pada edisi kali ini, tidak kurang dari 800 orang mengunjungi Pasar Cikundul. Destinasi digital ini yang berlokasi di Kawasan Taman Pemandian Air Panas Cikundul, Sukabumi.

"Alhamdulillah sejak diluncurkan tanggal 9 September 2018, Pasar Cikundul semakin ramai di setiap minggunya. Makin on. Makin hits," ujar Juragan Pasar Cikundul Agus Ruswandi, Minggu (4/11).

Menjadi destinasi digital pertama di Sukabumi, Pasar Cikundul sudah pasti paten. Bukan saja atraksinya, tetapi juga tampilannya. Gaya kekinian yang dipadukan nuansa kearifan lokal menjadi magnet tersendiri dari pasar tersebut. Perpaduan ini membuat Pasar Cikundul sangat instagrameble. Foto dengan angle apa pun di pasar itu makin menarik. Belum lagi berbagai spot selfie yang memang disiapkan khusus untuk kaum millenial.

"Pasar ini kita bangun memang untuk memberikan nuansa baru pariwisata Sukabumi. Terlebih saat ini destinasi seperti ini yang banyak dicari wisatawan. Tempatnya harus cozy. Asik buat kongkow. Dan tentunya harus bagus untuk selfie," ungkap Agus.

Ramainya pengunjung membawa berkah bagi para penjual kuliner yang ada di pasar. Setiap minggunya pasar ini mampu meraup omzet Rp 7 hingga Rp 8 juta. Ini tentunya membuat roda perekonomian masyarakat ikut meningkat. Apalagi seluruh penjual di Pasar Cikundul merupakan warga sekitar.

Tercatat pasar tersebut diisi oleh 15 lapak dengan 30 lebih jenis produk. Kuliner yang dijual pun cukup beragam, terutama jajanan tradisonal khas Sukabumi. Ada Moci, Surabi, Peyeum, Bubur Ayam, Jala Ketan Galendo, Enye, Nasi Liwet, hingga Bandrek dan Bajigur ada disana. Harganya murah. Sangat ramah di kantong. Rata-rata berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

"Total minggu ini omzet kita Rp 7.200.000. Ini jelas sangat menguntungkan bagi para penjual yang notabene merupakan warga sekitar. Ini sesuai dengan tujuan destinasi digital yaitu mengangkat perekonomian masyarakat," kata Agus.

Reporter: Cholis Faizi Sobari

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter