Pasar Rindu Semilir, Destinasi Digital Pertama di Pakalongan

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di salah satu lapak kuliner di pasar Semilir Angin. (Foto: Pemkab Pekalongan)
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi di salah satu lapak kuliner di pasar Semilir Angin. (Foto: Pemkab Pekalongan)

GenPI.co - Pekalongan tak mau ketinggalan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah. Destinasi digital di daerah itu pun dibangun. Namanya Pasar Rindu Semilir. Pasar ini  berlokasi di kawasan Rindu Semilir, Hutan Kota Kabupaten Pekalongan di Kajen.

Destinasi digital ini rupanya sudah dijanjikan sejak lama oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Pada Minggu (7/4), janji tersebut dipenuhi melalui seremoni pengguntingan pita. Yang meresmikan adalah  ketua pengerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi,   didampingi sang bupati.

Peluncuran Pasar Rindu Semilir berlangsung meriah. Pengunjung diajak berbelanja serta mencicipi kuliner. Layaknya destinasi digital, transaksi menggunakan alat tukar khas yakni koin dari kayu.

Pasar Semilir Angin menjual kuliner jadul khas Jawa. Makanan-makanan tersebut digelar di atas lapak-lapak bambu di bawah rindangnya pepohonan mahoni yang tumbuh di lokasi. Suasana khas pedesaan begitu terasa. Pengunjung pun tampak betah berlama-lama. 

Asip Kholbihi menuturkan, Pemkab melakukan diversifikasi fungsi hutan kota. Awalnya hanya berfungsi sebagai daerah hijau dan penghasil oksigen. "Kini, terjadi penambahan fungsi dengan adanya pasar kuliner tradisional yang rencanananya akan dibuka setiap hari Minggu," ujarnya.

Menurutnya, para pedagang berasal dari berbagai kelompok. Beberapa dari  karang taruna, sementara yang lain adalah darma wanita. Semuanya merupakan binaan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan.

Asip menambahkan, para pedagang yang berjualan di Pasar Rindu Semilir telah diseleksi dengan berbagai tahapan, dimulai dari kebersihan dan juga bahan pembuatnya "Seleksi ketat kita berlakukan agar makanan benar-benar sehat, saya berharap kehadiran pasar kuliner ini dapat menjadi destinasi wisata baru serta dapat menjaga kelestarian makanan tradisional khususnya yang ada di kota santri," harapnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pekalongan Bambang Irianto menuturkan, hutan kota Rindu semilir akan menindaklanjuti program Bupati yang menghendaki kawasan non plastik. Selain itu juga, akan disediakan wisata keluarga yang murah meriah dan dekat dengan kota.

"Pasar kuliner ini merupakan display bagi makanan tradisional yang sekarang sudah jarang ditemukan. Kita berdayakan UMKM namun tidak mengurangi kualitas dan rasa karena sudah ada tim yang menyeleksi," jelas Bambang.

Ditambahkannya, pasar kuliner di hutan kota ini akan di buka setiap hari Minggu pagi. Target omset Rp30 Juta Sekali buka. "Ke depan akan ditambah ruang mainan jadul (jaman dulu) dan penambahan fasilitas lainnya," katanya.

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Annissa Nur Jannah
Reporter
Annissa Nur Jannah

KULINER