Komnas HAM Cari Sensasi, Novel Baswedan Ikut Terseret

Komnas HAM Cari Sensasi, Novel Baswedan Ikut Terseret - GenPI.co
Penyidik KPK Novel Baswedan. FOTO: Antara

GenPI.co - Pemanggilan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri oleh Komnas HAM hanya mencari sensasi saja.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemuda Pemerhati Indonesia (DPP LPPI), Dedi Siregar.

"Menurut saya apa yang dilakukan Komnas HAM ini sangat tendensius, spekulatif, tidak didukung dan dijelaskan bukti hanya untuk mencari sensasi publik saja atau ada kepentingan politik," ujar Dedi di Jakarta, Kamis (10/6).

BACA JUGA:  Novel Baswedan Bongkar Pimpinan KPK, Astaga

Dedi menilai, langkah 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK dalam peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu salah kamar jika mengadu ke Komnas HAM.

Dia lantas mempertanyakan substansi pelaporan Novel Baswedan Cs.

BACA JUGA:  Pimpinan 212 Beri Pesan Maut Buat Gus Yaqut, Mencengangkan

"Di mana letak substansi pelanggaran HAM yang dilaporkan bapak Novel Baswedan Cs?" ucap Dedi.

Dia mengatakan, Komnas HAM seharusnya menjelaskan ke publik ihwal urgensi pemanggilan pimpinan KPK itu. Dedi pun mengaku heran jika Komnas HAM mengurusi persoalan TWK lembaga antirasuah.

BACA JUGA:  Pleidoi Habib Rizieq, Nama Diaz Hendropriyono Terseret

"Harusnya Komnas HAM menjelaskan juga dong. Kami melihat langkah Komnas HAM sangat mengherankan mengurusi terkait TWK pengalihan pegawai KPK menjadi pegawai ASN," pungkasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya