Organisasi Sayap PDIP Minta Pemerintah Hentikan Tes PCR Berbayar

Organisasi Sayap PDIP Minta Pemerintah Hentikan Tes PCR Berbayar - GenPI.co
PDI Perjuangan (Foto: Dok. Redpem/jpnn)

GenPI.co - Organisasi sayap aktivis pro demokrasi PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), menilai pemerintah belum maksimal menangani pandemi covid-19.

Hal itu disebabkan karena adanya beberapa pengaduan masyarakat serta pengecekan lapangan yang dilakukan langsung oleh para aktivis Repdem.

Sekretaris Jenderal Redpem Abe Tanditasik mengatakan bahwa ada beberapa catatan penting dari hasil investigasi tersebut, terutama soal tes PCR.

BACA JUGA:  Analisis Pakar Hukum: Yang Dilakukan Pemerintah, PDIP Tak Setuju

“Tes PCR memakan waktu berhari-hari bahkan lebih dari seminggu untuk mendapatkan hasil. Masyarakat yang pergi ke puskesmas harus rela menunggu hasil PCR begitu lama,” ujarnya kepada GenPI.co, Sabtu (31/7).

Menurut Abe, di tempat berbayar, hasil tes PCR bisa didapatkan kurang dari 24 jam dengan tarif bervariasi antara 450 ribu sampai 1,3 juta.

BACA JUGA:  manuver Puan Maharani Bikin Tercengang, Jokowi dan PDIP Terseret

“Hal ini tentu menggelikan, sebab pasien terinfeksi atau mempunyai gejala justru harus cepat diisolasi dan dibantu kebutuhan hidupnya selama masa isolasi,” ungkapnya.

Abe memaparkan bahwa pemerintah baru mewajibkan swab antigen yang hasilnya bisa didapatkan dalam waktu 15-40 menit. Hasilnya dapat dilihat langsung oleh orang yang datang untuk dites.

Jika hasilnya dinyatakan positif, barulah sang pasien bisa melakukan tes PCR. Namun, hal itu justru memberikan kesan seakan pemerintah membiarkan penyebaran covid-19 lebih cepat.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara