Soroti Pernyataan Herzaky, Ferdinand: AHY Harus Tanggung Jawab!

Soroti Pernyataan Herzaky, Ferdinand: AHY Harus Tanggung Jawab! - GenPI.co
Ferdinand Hutahaean. Foto: JPNN.com/GenPI.co

GenPI.co - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean menyoroti pernyataan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra.
 
Diketahui, Herzaky menyebut Megawati Soekarnoputri menggulingkan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjadi Presiden RI. 
 
Hal tersebut disampaikan Herzaky dalam konferensi pers yang bertajuk ‘Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat VS Moeldoko Berkoalisi dengan Yusril’ pada Minggu (3/10). 
 
Menanggapi hal tersebut, Ferdinand meminta Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk bertanggung jawab atas kekeliruan yang dilakukan anak buahnya.

Terlebih lagi, sudah ada kader PDIP yang melayangkan keberatan secara terbuka atas salah ucap Herzaky.

"AHY harus menyampaikan secara langsung permintaan maaf kepada PDIP. Khususnya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Ferdinand Hutahaean dikutip dari JPNN.com, Rabu (7/10).
 
Dengan status Herzaky, Ferdinand menilai bahwa segala pernyataannya mewakili Partai Demokrat.
 
Maka dari itu, menurut Ferdinand, permintaan maaf dari Herzaky sendiri tidaklah cukup, tetapi juga diperlukan permintaan maaf dari AHY.
 
"Sudah sepatutnya AHY yang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Ibu Megawati. Tidak cukup hanya permintaan maaf dari Herzaky," tutur dia.

BACA JUGA:  Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Herzaky Terpeleset Lidah

Herzaky sendiri telah meminta maaf terkait pernyataannya yang dianggap menyinggung Megawati.
 
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat tersebut mengaku bahwa dirinya terpleset lidah saat mengatakan kalimat tersebut.
 
"Mohon maaf saya kepeleset lidah saat tanya-jawab setelah konferensi pers," kata Herzaky dikutip dari JPNN.com, Rabu (16/10). (ast/jpnn)

 

BACA JUGA:  Herzaky Desak Moeldoko Bikin Pilihan, Mundur Atau Nanti Malu

Video heboh hari ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten