Yandex Metrics

Gawat, Publik Tak Antusias dengan Pilkada Karena Banyak Faktor

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing. (Foto: JPNN)
Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing. (Foto: JPNN)

GenPI.co - Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai penurunan partisipasi publik dalam Pemilihan Daerah 2020 karena beberapa faktor. 

Selain dilakukan di tengah pandemi covid-19,  Emrus mengatakan bahwa  para paslon tidak memiliki program menarik yang ditawarkan .

BACA JUGA: 270 Daerah Gelar Pilkada Serentak 2020

“Saya belum melihat belum janji politik untuk mengatasi covid-19 pada masa pemerintahan paslon yang akan terpilih nanti. Calon kepala daerah belum menawarkan secara operasional, kuantitatif, dan terukur,” ujar Emrus kepada GenPI.co, Kamis (12/11).

Tidak hanya itu, menurut dia, pasangan calon pemimpin daerah kali ini mayoritas diusung oleh partai. 

loading...

“Belum ada paslon yang diusung publik, sehingga saya melihat belum publik yang antusias seperti pada Pilpres dan Pilkada DKI,” lanjutnya. 

Permasalah ekonomi menjadi faktor krusial. Namun menurutnya, belum ada paslon yang memberikan solusi untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi. 

“Pertumbuhanan ekonomi yang tidak menggembirakan ini tentu akan mempengaruhi partisipasi publik dalam Pilkada tahun ini,” katanya. 


Reporter : Mia Kamila

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING