Liputan Khusus

Cagar Budaya Seharusnya Bukan Sekadar Tempat Selfie

Menguak Potensi Wisata Cagar Budaya di Jakarta
Sejarahwan J.J Rizal menilai yang harus dipikirkan pemerintah terkait cagar budaya adalah membuatnya menjadi patut dikunjungi. (Foto: Dika/GenPI.co)
Sejarahwan J.J Rizal menilai yang harus dipikirkan pemerintah terkait cagar budaya adalah membuatnya menjadi patut dikunjungi. (Foto: Dika/GenPI.co)

GenPI.co - Dari ratusan situs cagar budaya yang ada di DKI Jakarta, beberapa di antaranya dibuat menjadi tempat wisata yang bisa dikunjungi oleh masyarakat. Sejarawan J.J. Rizal melihat cagar budaya tersebut seharusnya tidak hanya menjadi sekadar tempat wisata, tetapi juga media edukasi, khususnya terkait sejarah dari cagar budaya.

“Persoalannya adalah dia bisa menghasilkan yang lebih besar, tetapi kita tidak lihat. Bangunan itu punya nilai yang besar, nilai pendidikan, pelajaran, aspirasi dari masa lalu,” kata J.J. Rizal kepada GenPI.co (9/7).

Baca juga:

Kota Tua, Dari Kota Kolonial menjadi Kota Nasional 

Cagar Budaya Berkontribusi Besar Terhadap Pariwisata DKI 

Konservasi Mendorong Eksistensi Cagar Budaya 

Kota Tua, Kawasan Wingit dengan Sederet Kisah Horor


Menurutnya, hal yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah adalah bagaimana membuat kawasan itu sebagai kawasan yang patut dikunjungi. Selain itu menurut J.J. Rizal, melihat kebermanfaatan dari suatu cagar budaya bukan dinilai dari banyaknya orang yang datang, tetapi apa yang orang dapat setelah mereka datang.


Reporter : Yasserina Rawie

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS