Sate Puntik Betu, Makanan Para Bangsawan yang Kini Mulai Langka

Makanan para bangsawan di Lombok yang hampir punah. Yuk cicipi dua di antaranya (Foto : GenPI Muslifa)
Makanan para bangsawan di Lombok yang hampir punah. Yuk cicipi dua di antaranya (Foto : GenPI Muslifa)

GenPI.co - Tidak komplit rasanya jika berlibur ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, tak menikmati juga kuliner khas di sana. Nah, di samping kuliner mainstream seperti Ayam Taliwang dan Pelecing Kangkung, Lombok juga kaya akan kuliner unik lainnya. Tepatnya di Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah. Ada dua kuliner yang wajib kamu coba, yaitu Sate Puntik Betu dan sayur Cengeh.

Kuliner pertama, Sate Puntik Betu ini sudah sangat langka ditemukan. Seperti umumnya sate, makanan ini juga dibakar. Yang khas, isian satenya. Parutan kelapa muda dicampurkan daging ikan mujair yang sudah dihaluskan. Semakin unik, karena dicampur juga dengan pisang batu (Puntik Batu, sebutan bahasa Sasak Lombok untuk Pisang Batu) yang dihaluskan. 

Sate Puntik Betu, Makanan Para Bangsawan yang Kini Mulai Langka

Sate Puntik Betu, makanan bangsawan yang bisa jadi hampir punah 

“Enak nih. Pisang batunya sengaja tidak dihaluskan. Jadi, pas dimakan, ada gemlutuk gemlutuk isi pisang batunya,” komentar Laely, seorang anggota komunitas Mataram Local Guide yang sedang berkunjung ke desa wisata Bonjeruk. Hebatnya, rasa pahit pisang batu hilang. Hal ini diungkapkan Iyus Blue, anggota Mataram Local Guides lainnya. 
Mereka masing-masing sampai membuka dua sate Puntik Betu saking nikmatnya.

Sementara sayur Cengeh, merupakan sayur berkuah, pendamping sempurna sate khas ini. “Sayur ini juga salah satu tradisi masyarakat desa Bonjeruk, mbak. Itulah sebabnya kami wajib sajikan setiap ada tamu berkunjung. Bahan utamanya hampir selalu ada, karena tumbuh di pematang sawah atau tanaman pagar dari kebun warga desa ini,” jelas Usman, penggerak dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bonjeruk Permai, salah satu pengelola aktif dari spot-spot di desa wisata Bonjeruk. 

Baca juga :


Lombongo Berpotensi Jadi Obyek Wisata Kelas Dunia


RELATED NEWS