Tempat Singgah Burung Langka, Danau Limboto Gorontalo Harus Baik

Kedidi Leher Merah, burung langka yang kerap mampir ke Danau Limboto, Gorontalo. Jumlahnya kini menurun drastis (Foto : Istimewa)
Kedidi Leher Merah, burung langka yang kerap mampir ke Danau Limboto, Gorontalo. Jumlahnya kini menurun drastis (Foto : Istimewa)

Kedidi leher merah memang burung mungil, namun jangan meremehkan kekuatannya, ia adalah burung yang tangguh, yang mampu terbang ribuan kilometer untuk mengembara melintasi samudera dan benua.

Burung ini merupakan jenis migran, yaitu burung yang lokasi berbiaknya berada di kawasan utara dunia. Saat musim dingin tiba, habitat hidupnya dipenuhi salju, bahkan membeku sehingga kawasan burung ini melakukan perjalanan panjangnya kea rah bumi bagian selatan.

Sambil melintasi banyak Negara, burung-burung ini singgah sejenak dalam rute migrasinya, mereka istirahat dan mencari makan sebelum meneruskan perjalanan jauhnya.

Burung imut ini berbiaknya di Siberia dan Alaska. Daerah ini adalah kawasan utara bumi yang rutin mengalami musim dingin yang mematikan. Pada saat itulah secara berkelompok burung ini memulai pengembaraannya yang jauh menuju kawasan dunia yang lebih hangat. Mereka bermigrasi hingga ke Asia Tenggara, Indonesia dan Australia.

Kedatangan burung migran di Indonesia selalu ditunggu wisatawan yang menyukai birdwatching atau pengamatan burung. Mereka akan mengabadikan momen penting, kedidi leher merah yang mungil mencari makan dan beristirahat.

Kedatangan burung kedidi leher merah secara periodik ke Danau Limboto harus dilihat sebagai fenomena alam yang besar. Tanpa banyak diketahui oleh masyarakat ribuan burung pengelana ini akan menyinggahi kawasan lumpur untuk mencari makan.

Jika kawasan di jalur terbangnya ini mengalami perubahan atau rusak, maka si mungil kedidi leher merah ini akan mengalami nasib yang tragis, mereka akan mengalami kelaparan dan akhirnya mati dalam perjalanan panjang mereka. 


Padahal untuk sampai di sini mereka telah menghadapi rintangan alam yang sangat berat, hujan badai, kebakaran hutan dan lahan, asap tebal, terik matahari, badai, angin kencang. Belum lagi ancaman akibat ulah manusia seperti perburuan, dan perusakan habitat.


RELATED NEWS