Rarit, Kuliner Lombok yang Tercipta Karena Kemurahan Tuhan YME

Makanan dari Lombok. Proses pengerjaannya mengandalkan kemurahan Tuhan YME (Foto : Istimewa)
Makanan dari Lombok. Proses pengerjaannya mengandalkan kemurahan Tuhan YME (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kuliner khas yang terbuat dari daging sapi atau kambing tak jauh berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, khusus pasca Idul Adha alias Hari Raya Kurban, ada satu kuliner khas yang akan kerap dijumpai di menu masakan harian warga Pulau Seribu Masjid ini.

Namanya Rarit. Selain di Idul Adha, kuliner satu ini dulunya menjadi lauk kering wajib di nasi-nasi bungkus khas Lombok. Salah satunya, Nasi Puyung. Sayangnya, mungkin karena pertimbangan harga daging sapi yang mahal, Nasi Puyung saat ini jarang sekali dilengkapi potongan Rarit. Lauk penggantinya, yaitu suwir daging ayam super pedas.

Lantas, apa istimewanya Rarit?

Baca juga :

Manfaat Sentuhan Ibu Bagi Anak Sebagai Terapi Korban Gempa Lombok

Di Lombok Timur, Besek Masih Kalah Pamor dengan Plastik Kresek

Tak Pilih Asing, Jokowi Kurban Sapi Made in Lombok Berat 1,3 Ton

RELATED NEWS