Mengintip Petak Sembilan, Pecinan Tua di Jakarta

Keunikan senantiasa tersaji di Petak Sembilan, sebuah daerah Pecinan di kawasan Glodok, Jakarta Utara. Di tempat ini terjadi akulturasi dua budaya besar; Betawi dan Tionghoa. Hidup berdampingan sejak ratusan tahun lalu, masyarakat dari dua etnis berbeda ini saling melengkapi satu sama lain.

Keberadaan masyarakat Tionghoa di Petak Sembilan bukan barang 10-20 tahun. Usianya bahkan sama tuanya dengan sejarah Jakarta itu sendiri. Jadi tak heran jika banyak sekali gedung-gedung tua yang masih berdiri dan digunakan. Dalam perjalanannya, interaksi dengan masyarakat Betawi yang mendiami kawasan sekitar melahirkan beberapa kebiasaan unik yang tak ditemukan di kawasan pecinan lain.

Sejak jaman Batavia, tepatnya tahun 1740-an, Petak Sembilan memang menjadi pusat aktivitas masyarakat Tionghoa. Mulai dari aktivitas sosial, ekonomi,budaya hingga keagamaan. Aktivitas tersebut terus berlangsung hingga ratusan taun setelahnya.  Ini kemudian menjadikan daerah ini menarik untuk dikunjungi.

Baca juga: Klenteng Dharma Bhakti: Melepas Pipit Hingga Spot Wisata

Ramainya aktivitas di Petak Sembilan diakui oleh penjual pernak pernik berna,a Huang Fu. “Sudah ramai dari dahulu. Walaupun di gang sempit kaya gini tapi banyak pedagang menawarkan aneka jajanan,” ujarnya saat ditanyai  GenPi.co, Minggu (11/11).


Kebudayaan yang diwariskan juga menjadikan kawasan ini memiliki sejarah yang panjang. Nama petak Sembilan, misalnya, memiliki latar historisnya sendiri. Nama itu diambil dari sembilan rumah pertama yang dibangun di tempat ini.


RELATED NEWS