Liputan Khusus

Si Cantik Berjuluk Wisata Halal, Desa Sembalun

Membumikan Wisata Halal di Indonesia
Kecantikan Khas Sembalun di Halaman Rinjani Garden
Kecantikan Khas Sembalun di Halaman Rinjani Garden

GenPI.co -- Di tahun 2019 ini, penggunaan konsep ‘Halal Tourism’ atau pariwisata halal semakin mengemuka. Lombok, salah satu destinasi wisata 10 Bali Bari, pun tak luput. Bahkan sudah jauh lebih dulu eksis di julukan Pulau Seribu Masjid, pulau cantik yang berada bersebelahan dengan Bali ini, tak ayal meraih pula predikat destinasi halal.

Branding baru ini, ditegaskan dengan beragam penghargaan yang diterima Lombok. Sejarah mencatat, terdapat sekitar empat penghargaan kelas dunia telah diperoleh. Di empat tahun lalu, di ajang World Halal Travel Awards, Lombok meraih dua penghargaan sekaligus. Best Halal Tourism Destination dan Best World Halal Honeymoon Destinations. Destinasi peraih dua penghargaan ini, adalah Desa Sembalun. Tepatnya berada di kabupaten Lombok Timur. 

Istimewanya Sembalun Si Peraih Award Halal

Lantas, apa yang membuat Sembalun pantas digelari destinasi dan destinasi berbulan madu halal, pun terbaik sedunia? Jika mengambil dari pertimbangan sejarah, kata Sembalun sendiri berasal dari dua frase, ‘Sembah’ dan ‘Ulun’. Kata pertama, bermakna definitif dari sikap ‘tunduk’, ‘mengabdi’ atau ‘taat’. Kata kedua, berasal dari kata ‘Ulu’, bermakna ‘kepala’, ‘atasan’ atau ‘pemimpin’.

Makna filosofis selanjutnya, masyarakat desa Sembalun, kesehariannya adalah orang-orang yang patuh, taat, tunduk dan mengabdi pada pemimpin-pemimpinnya. Mulai dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sesepuh adat sampai di tingkatan structural terkecil, pemimpin keluarga. Sikap ini kemudian melatari keseharian penduduk Sembalun. Dasar dari sikap rendah hati, ramah tamah serta ringan menolong.

Sikap yang menjadikannya eksis sebagai destinasi wisata sejak lama. Laely Farida, owner dan pengelola dari dua penginapan di Sembalun, menyebutkan ia telah mulai jatuh cinta dengan Sembalun sejak awal tahun 1980 Ketika kemudian Lembah Rinjani dan Rinjani Garden mulai beroperasi, Sembalun telah menjadi rumah utama keduanya. Tak jarang ia sanggup melakukan perjalanan pulang hari, kota Mataram menuju Sembalun.

Terkait penghargaan halal, Laely juga konsisten menerapkan konsep ini sejak dua penginapan miliknya mulai eksis di Sembalun.


“Untuk tamu domestik, kami sudah cantumkan dengan jelas, bahwa kami tidak menerima pasangan non-menikah. Tentu berbeda dengan tamu mancanegara. Dasar kami, mereka tidak mengimani prinsip agama muslim, jadi, ketentuan tersebut dikecualikan bagi mereka,” demikian jelas Laely.


Redaktur : Maulin Nastria

RELATED NEWS