Suara Lantang Anggota Komisi IX DPR RI Soal Tes PCR

27 Oktober 2021 10:20

GenPI.co - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menyoroti  mekanisme pelaksanaan tes PCR sebagai metode skrining. 

“PCR adalah metode screening, seharusnya dalam masa menunggu hasil tes PCR keluar, seorang harus karantina,” ucap Netty kepada GenPI:co, Rabu, (28/10).

Dia mengatakan,  selama ini seseorang yang mengikuti pengujian itu masih bebas kemana-mana.

BACA JUGA:  Publik Cari yang Mirip Jokowi, 2 Jenderal TNI tak Laku di Pilpres

“Banyak kasus justru orang bebas  berkeliaran dalam masa tunggu tersebut," kritik Netty 

Dalam kondisi itu, ada peluang yang bersangkutan  terpapar virus. 

BACA JUGA:  Dugaan Mafia Tes PCR Makin Luas, LKAB Bersuara Lantang

"Jadi, saat tes keluar dengan hasil negatif, padahal dia telah terinfeksi atau positif Covid-19." ucap Netty.

Netty mengingatkan pemerintah akan keterbatasan  kemampuan  lab dalam melakukan  uji PCR dan kemungkinan  pemalsuan surat PCR.

BACA JUGA:  Strategi Mafia Tes PCR Pesawat Terungkap, Ternyata Bikin Miris

"Jika pemerintah mewajibkan PCR, seharusnya perhatikan ketersediaan dan kesiapan lab di lapangan,” katanya.

Jangan sampai masyarakat lagi yang dirugikan. Misalnya, hasilnya tidak bisa keluar 1X24 jam.

“Belum lagi soal adanya pemalsuan surat PCR yang diperjualbelikan atau diakali karena situasi terdesak," ujar Netty. 

Oleh karena itu, Netty mendorong  pemerintah  agar  menjelaskan harga dasar  PCR secara transparan. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred Reporter: Mia Kamila

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co