DWP Setjen DPD Tingkatkan Kesadaran Reproduksi via Seminar Kesehatan

15 Maret 2023 22:45

GenPI.co - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setjen DPD RI dan Poliklinik DPD menaruh perhatian besar terhadap pemahaman reproduksi perempuan yang berusia  35 tahun ke atas yang tengah berjuang memiliki anak.

Oleh karena itu, Setjen DPD dan Poliklinik DPD menggelar seminar kesehatan bertema Apa Yang Terjadi Ketika Usia Di Atas 35 Tahun? di lobby DPD RI, Jakarta, Rabu (15/3).

Seminar yang diselenggarakan bersama Morula IVF Indonesia itu juga dalam rangka memperingati Hari Kartini. 

BACA JUGA:  Mudahkan Masyarakat, Setjen DPD Luncurkan Aplikasi JDIH

Penasihat DWP Setjen DPD RI Enny Ratnawati LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi DWP Setjen DPD RI, Poliklinik  DPD RI, serta Tim Morula IVF Indonesia RS. Bunda Medik Healthcare System atas kolaborasinya menggelar seminar edukasi kesehatan. 

"Semoga dengan adanya seminar ini makin membuka wawasan kita semua terkait kesehatan reproduksi, khususnya bagi para wanita yang sudah berusia 35 tahun ke atas dan sedang berjuang untuk memiliki keturunan,” ucap Enny saat memberikan sambutan pada seminar betema "Apa Yang Terjadi Ketika Usia Di Atas 35 Tahun?" di Lobby DPD RI, Jakarta, Rabu (15/3).

BACA JUGA:  Prihatin Isu Skandal Dirjen Pajak, Wakil Ketua DPD Desak Investigasi Terbuka

Dia menjelaskan seminar itu juga bisa membantu masyarakat mengenal lebih jauh teknologi dan layanan yang ada di Morula IVF Indonesia RS Bunda Medik Healthcare System.

Ketua DWP Setjen DPD RI Zuliana Rahman Hadi secara pribadi berterima kasih atas terlaksananya seminar ini. 

BACA JUGA:  Sultan DPD Minta Peran PPL Pertanian Ditingkatkan demi Tekan Penyelewengan Pupuk Subsidi

DIa berharap seminar ini bisa menambah pengalaman dalam ilmu reproduksi perempuan. 

"Kami berharap adanya seminar ini bisa menambah pengalaman dan ilmu reproduksi perempuan serta memberikan pemahaman kepada pria," ucapnya.

Zuliana menambahkan seminar ini juga dapat memberikan pemahaman terkait teknologi dan layanan yang ada di Morula IVF Indonesia. 

Selain itu, seminar tersebut juga bisa memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang akan dialami oleh wanita seiring bertambahnya usia.

"Harapan kami dengan adanya seminar ini dapat membuka wawasan dan menjadi  ajang diskusi bagi pasangan yang sudah menikah selama 12 bulan atau lebih, tetapi belum memiliki keturunan. Bahkan, bagaimana menghadapi permasalahan saat kesulitan mendapatkan keturunan bagi wanita yang berusia mendekati  35 tahun dan menjelang menopause," kata Zuliana.

Sementara itu, Tim Morula IVF Indonesia Julia Darmawan mengatakan Morula IVF Indonesia senantiasa berusaha mengikuti kemajuan teknologi, melalui pemanfaatan teknologi terbaru dalam pelayanan pasien. 

Pihaknya juga berkomitmen memberikan layanan berkualitas sehingga memberikan pengalaman terbaik kepada masyarakat. 

"Kami memiliki teknologi terbaru yang telah menjadi bagian kami. Kami juga berkomitmen kepada pasangan yang sulit mendapatkan keturunan dan mengajarkan kesehatan reproduksi terutama kepada perempuan yang sudah berusia di atas 35 tahun," paparnya.

Di kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Arie A Polim mengatakan usia yang bagus dalam kesuburan yaitu rentang 20 hingga 30 tahun. Namun untuk perempuan di atas 35 tahun harus berhati-hati dalam tingkat kesuburan. 

"Jadi hati-hati kepada perempuan di atas 35 tahun karena tingkat kesuburannya hanya 20 persen," imbuhnya.

Ia menilai bahwa perempuan di atas 35 tahun bukan berarti tidak bisa memiliki keturunan. Namun yang harus diperhatikan adalah kualitas kesuburunnya. 

"Potensi melahirkan di usia 35 bukan berarti tidak bisa melahirkan, tapi cuma hati-hati karena kualitas kesuburan sangat berbeda sekali," terangnya. (*)

 

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Ragil Ugeng

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co