Gawat, Ratusan Migran Rohingya Diduga Diperdagangkan di Indonesia

28 Januari 2021 20:21

GenPI.co - Ratusan orang Rohingya dilaporkan menghilang dari kamp pengungsi di Indonesia, dan diyakini telah diperdagangkan ke negara tetangga Malaysia.

Tersisa kini hanya 112 pengungsi yang tersisa di kamp sementara di Lhokseumawe di pantai utara Indonesia. Hal tersebut turun dari hampir 400 yang tiba antara Juni dan September tahun lalu.

BACA JUGA: Merinding! China Siapkan Senjata Penghancur Bumi Buat Perang

Baik otoritas lokal maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak dapat menjelaskan keberadaan para pengungsi dari minoritas Muslim tanpa kewarganegaraan dari Myanmar itu.

“Kami belum tahu kemana mereka pergi," ujar kepala satuan tugas Rohingya di Lhokseumawe, Ridwan Jalil dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (28/1/2021).

Sebagai informasi, tindakan keras militer Myanmar pada 2017, yang menurut penyelidik PBB merupakan genosida, hingga terpaksa 750.000 Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke distrik pesisir tenggara Bangladesh di Cox's Bazar.

Ribuan orang telah membayar penyelundup untuk membawa mereka keluar dari Bangladesh, menjalani perjalanan laut yang mengerikan selama berbulan-bulan yang diselingi oleh penyakit, pemukulan oleh para pedagang manusia dan jatah kelaparan untuk mencapai Indonesia dan Malaysia.

Sedikitnya 18 Rohingya dari kamp Lhokseumawe dan lebih dari selusin tersangka pelaku perdagangan manusia baru-baru ini ditangkap oleh polisi beberapa ratus kilometer di selatan kota Medan, tempat yang sering menjadi tempat penyeberangan ilegal ke Malaysia.

“Mereka pergi meskipun kami terus berupaya untuk mengingatkan mereka tentang bahaya dan risiko yang bisa mereka hadapi dengan pergi, termasuk jika mereka menggunakan jasa penyelundup,” kata juru bicara UNHCR Mitra Suryono.

BACA JUGA: Waduh, Italia Gagal Selamatkan 400 Migran yang Tewas Tenggelam

Sementara, kelompok hak asasi menyalahkan pemerintah Indonesia, yang secara drastis mengurangi keamanan di pemukiman tersebut ketika Rohingya ditempatkan di bawah pengawasan UNHCR bulan lalu.

"Meskipun Indonesia tidak menandatangani konvensi internasional tentang pengungsi, langkah tersebut melanggar kewajibannya untuk melindungi mereka," tutur direktur kantor Amnesty International di Indonesia, Usman Hamid.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Luthfi Khairul Fikri

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co