PAN Gabung Koalisi, Pengamat: Itu Bisa Juga Artinya Lawan

27 Agustus 2021 22:40

GenPI.co - Pengamat politik Rochendi memberikan pendapatnya terkait bergabungnya PAN sebagai sebagai “sahabat” koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bergabungnya PAN dengan koalisi pemerintahan Presiden Jokowi diperkuat dengan kehadiran mereka dalam pertemuan partai pendukung pemerintah pada Rabu (25/8).

Menurut Rochendi, penggunaan kata "sahabat" yang ditujukan kepada PAN tak berarti sama dengan yang dipahami masyarakat awam selama ini.

BACA JUGA:  Anggota Dewan Tampak Serakah, Jokowi Dinilai Punya Andil

“Sahabat di dalam politik itu juga bisa berarti lawan,” ujarnya kepada GenPI.co, Kamis (26/8).

Rochendi mengatakan suatu pihak bisa menjadi lawan atau kawan diatur sesuai dengan transaksi di antara partai politik.

BACA JUGA:  PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat Sebut Bau Amis Tak Sedap

“Semuanya jadi transaksional dan dilandasi oleh kepentingan. Ketika tak terpenuhi, hubungan itu bubar,” katanya.

Akademisi ilmu pemerintahan itu menilai bahwa hubungan koalisi seperti itu sangat dangkal.

BACA JUGA:  Pemerintahan Jokowi Disebut Mirip Orba, Ketua PA 212: Otoriter!

“Seorang politisi berpikir seperti itu sangat dangkal. Pasalnya, partai politik harus selalu mengutamakan nilai,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Rochendi menilai bahwa koalisi partai politik dalam pemerintahan saat ini bentuknya semu.

Pasalnya, tak ada kesamaan nilai yang ingin diperjuangkan oleh koalisi tersebut.

“Hal itu menyebabkan koalisi saat ini bersifat semu dan longgar,” paparnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co