Jusuf Kalla: Pindah Ibukota Negara Butuh 10-20 Tahun

Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Tribunnews)
Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Tribunnews)

GenPI.co - Rencana pemindahan ibu kota Negara Republik Indonesia ke tampat lain saat ini tengah digodok. Pemerintah perlu kajian yang matang, letak geografis yang sudah menunjang operasional kenegaraan sangat penting sebagai pertimbangan pemindahan ibu kota Negara.

Salah satu kawasan yang berpotensi menjadi ibukota negara adalah Kecamatan Samboja.  Kecamatan ini berlokasi dekat dengan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, 38 km utara Balikpapan, Kalimantan Timur. Lokasi itu oleh Presiden disebut-sebut menjadi satu lokasi yang diusulkan bakal jadi Ibukota Negara yang baru. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK mengatakan pemindahan ibu kota negara tak singkat , membutuhkan waktu yang lama. Wakil Presiden pun memprediksi pemindahan ibu kota butuh waktu 10-20 tahun.

Baca juga: Samboja Jadi Ibukota Negara Indonesia? 

JK mengatakan semua lembaga eksekutif, yudikatif, dan legislatif harus pindah. Dia mengatakan semua lembaga tersebut harus ada di ibu kota negara.

loading...

"Jadi lembaga-lembaga yang menyangkut eksekutif, yudikatif, legislatif, ya, harus pindah. DPR harus pindah. Mahkamah Agung ya harus pindah. Karena selalu dikatakan letaknya di ibu kota Indonesia," jelas JK.

Baca juga: Bukit Soeharto Kalimantan Timur, Calon Kuat Ibu Kota Baru 

JK juga memprediksi ada 1,5 juta orang yang akan pindah ke ibu kota baru. Dia mengatakan ada ibu kota baru butuh 400 ribu rumah bagi para ASN tersebut sehingga pemindahan ibu kota merupakan proses yang sangat panjang.


Reporter : Winento

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING