Ziara Syawalan GenPI Jateng-Ulama

Flyer Ziarah Syawalan (Foto: GenPI Jateng)
Flyer Ziarah Syawalan (Foto: GenPI Jateng)

Hari Minggu (24/6) mendatang, sebuah wisata religi bertema Ziarah Syawalan Semarang akan tayang. Agenda ini menjadi kolaborasi Ulama dan Habaib Kota Semarang bersama Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah (Jateng). 

“Ziarah Syawalan kembali digulirkan dengan wilayah Semarang. Nantinya ziarah dilakukan ke makam-makam para ulama dan kasepuhan yang ada di Semarang. Kami berharap masyarakat bisa bergabung. Sebab, ziarah ini terbuka dan gratis bagi umum,” ungkap Habib Nauval Mutahar dari Majelis Ribath An Nur, Senin (11/6). 

Titik star peserta peserta berada di Majelis Ribath An Nur, Jalan Pucang Anom Timur Raya, Nomor 33-35, Pucang Gading, Semarang. Sedikitnya ada 9 makam ulama yang akan dikunjungi dengan lokasi berbeda. Ziarah akan diawali dari makam Syaikh Ibrahim di Brumbung Mranggen, mulai pukul 07.30 WIB. Agenda ziarah lalu dilanjutkan ke makam Syaikh Shodiq atau Mbah Jago di Ringinjajar. 

“Agenda ziarah ini istilahnya dilakukan secara road show dalam satu hari. Lokasinya dekat di wilayah Semarang. Mungkin selepas Ashar sudah selesai. Agenda dimulai dari Brumbung, lalu berakhir di area Gunung Pati. Ada banyak nilai yang bisa dipetik dari event ini,” terang Habib Nauval. 

Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, respon besar selalu ditunjukan publik. Pada 2017 silam, Ziarah Syawalan Semarang diikuti sekitar 400 peserta. Mereka berasal dari seputaran wilayah Semarang. Habib Nauval pun berharap, event ini harus jadi tradisi Syawalan di Semarang. Sebab, event ini bisa menarik kunjungan wisatawan sekaligus menguatkan konsep wisata religi di Kota Lumpia. 

“Respon masyarakat selalu besar. Kami ingin semua ulama dan kiai di Semarang bergabung tahun ini. Harapannya event menjadi lebih meriah. Agenda ini murni untuk pariwisata, tidak ada tujuan politik. Kalau tradisi ini besar, kan bisa menarik banyak wisatawan dan itu bagus bagi Semarang,” tuturnya. 

Ketua GenPI Jateng Shafigh Pahlevi Lontoh menerangkan, Ziarah Syawalan Semarang harus dilestarikan dan dikembangkan karena memiliki potensi besar tujuan wisata. 

“GenPI diajak Habib Nauval untuk mengembangkan program ini. Potensinya sebagai event wisata religi besar. Penguatan harus dilakukan agar event ini berkembang menjadi wisata religi unggulan Semarang. Sebab, ini sudah menjadi agenda tahunan dan peminatnya besar. Kalau brandingnya dikuatkan, pasti akan membludak. Hal ini yang akan kami lakukan,” tegas Shafigh. 

Dirilisnya program Ziarah Syawalan Semarang diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengungkapkan, Semarang memiliki spot dan potensi wisata religi besar. “Program ini bagus dan bisa mengisi moment libur Lebaran. Agenda ini menguatkan konsep wisata religi yang ditawarkan Semarang. Branding harus dilakukan juga melalui media sosial biar efektif,” pungkasnya.

Untuk infomasi detail, silahkan berkoordinasi dengan panita. Nomor teleponnya 08122904772 (Shafiq), 081329896777 (Nauval), 08886522102 (Ridwan), 0817299690 (Didik), juga 085876899023 (Ansori).

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred P



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter