Berpuasa di Tenda Pengungsian Pasca Kebakaran Kampung Bandan

Sekitar 3500 jiwa bertahan di tenda pengungsian pasca kebakaran di Kampung Bandan (foto: Winento)
Sekitar 3500 jiwa bertahan di tenda pengungsian pasca kebakaran di Kampung Bandan (foto: Winento)

GenPI,co— Insiden kebakaran yang terjadi Sabtu,11 Mei lalu di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara mengisahkan pilu bagi 400 kepala keluarga. 

Sekitar 3500 jiwa bertahan di tenda pengungsian yang disiapkan oleh beberapa instansi.

Ironisnya insiden kebakaran yang melanda di pemukiman padat tersebut, terjadi di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. 

Mereka pun menjalankan ibadah puasa di bawah tenda pengungsian, dan  rela berhimpitan dan berbagi tempat dengan warga lainnya untuk berisitirahat.

Baca juga:

3.500 Jiwa Korban Kebakaran Kampung Bandan Mengungsi di Tenda

Begini Atasi Trauma Healing Anak Korban Kebakaran Kampung Bandan

Meski bertahan di dalam tenda dengan terpaan terik matahari, umumnya mereka tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan. 

Dengan kondisi yang terbatas, warga mengatur bahan makanan hasil sumbangan beberapa institusi dan ormas dengan mengolahnya.

Setelah diolah hingga matang lalu warga membagikan makanan tersebut secara merata sebagai hidangan buka puasa, atau di saat santap sahur.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dengan kondisi yang terbatas salah seorang warga ibu Inah (64 tahun) yang bertugas memasak makanan untuk para warga saat berbuka sebelum azan maghrib berkumandang. 

Bersama rekannya ibu Inah menanak nasi serta memasak lauk pauk di bawah tenda pengungsian. Setelah semua menu tersebut jadi, makan tersebut dibagikan ke warga untuk dijadikan menu berbuka puasa.

Aktivtas tersebut menjadi hal yang rutin sejak menempati tenda pengungsia tersebut. Ibu Inah mengatakan, sejak hari pertama pengungsian dibuka atau pada Sabtu (11/5) malam, pasokan makanan tak pernah kurang. 

Namun di salah satu titik pengungsian dekat blok A Ruko Grand Boutique belum ada dapur umum, sehingga para pengungsi di sana mengharapkan nasi bungkus maupun nasi kotak yang disediakan pemerintah maupun pihak swasta.

Sementara, untuk menjalankan ibadah sholat tarawih di malam hari, umumnya para pengungsi mendirikan shalat tarawih tanpa berjamaah.

 Tempat ibadah yang berdiri di tengah pemukiman sudah ludes terbakar bersamaan insiden kebakaran yang melanda Kampung Bandan.

Tonton juga video ini:


Reporter: Winento

Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER