Dari Sabang Sampai Merauke, Ramai-Ramai Tolak Ajakan People Power

Gerakan People Power yang diembuskan Amien Rais mendapat penolakan dimana-mana (Foto : Istimewa)
Gerakan People Power yang diembuskan Amien Rais mendapat penolakan dimana-mana (Foto : Istimewa)

GenPI.co - Ajakan 'People Power' yang dilantangkan beberapa pihak untuk menyikapi hasil Pemilihan Umum 2019 (Pemiu) rupanya mendapat penolakan dimana-mana. Penolakan ini telah disampaikan di beberapa kota, seperti dikutip penuh dari Detik. Kota mana saja yang sudah menolak mentah-mentah ajakan tersebut? Berikut uraiannya.

1. Jawa Barat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengatakan jika gerakan People Power tidak sesuai konstitusional maka haram. Mereka meminta warga Jawa Barat agar tak terpengaruh ajakan People Power. 

2. Maros, Sulawesi Selatan

Beberapa anggota dan pimpinan DPRD Maros, Sulawesi Selatan, membuat deklarasi penolakan gerakan people power. "DPRD Maros menolak gerakan people power dan tidak setuju dengan adanya gerakan inkonstitusional. Mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan keutuhan NKRI pascapemilu," kata Wakil Ketua DPRD Maros Andi Patarai Amir.

Baca juga :

Aksi People Power yang Bikin Soeharto Tumbang 

Ini 5 Ancaman Parah yang Pernah Diterima Jokowi, Sabar ya, Pak 

Data Situng sudah 82%, Jokowi-Ma'aruf Tetap Unggul 

3. Banyuwangi, Jawa Timur

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyuwangi menyerukan damai pascapemilu 2019. Menurut Ketua FKUB Banyuwangi KH Muhammad Yamin, seruan dan ajakan people power yang muncul pascapemilu meresahkan masyarakat. 

4. Bogor, Jawa Barat

Ketua Pengurus Cabang Nahdathul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, KH Romdhon, mengimbau kepada masyarakat agar tidak turut serta dalam aksi "People Power".

5. Bojonegoro, Jawa Timur

MUI Bojonegoro dan kiai serta ulama di Bojonegoro menolak rencana aksi people power yang akan dilakukan pihak tertentu, terkait hasil Pemilu 2019. 

6. Ciamis, Jawa Barat

Sejumlah tokoh di Ciamis bersuara soal gerakan people power. Salahsatunya Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana. Nanang malah mengajak masyarakat mending nonton Power Rangers daripada ikut people power.

7. Madiun, Jawa Timur

Isu people power membuat para kiai dan pesilat di Kabupaten Madiun angkat suara. Deklarasi menolak gerakan people power telah mereka lakukan. Menurut mereka seruan itu merugikan banyak pihak.

8. Indramayu, Jawa Barat

Di Kabupaten Indramayu, sejumlah tokoh agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak gerakan tersebut. Ketua MUI Kabupaten Indramayu Satori meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan gerakan people power yang digaungkan untuk menolak keputusan hasil Pemilu 2019.

9. Jombang, Jawa Timur

Sejumlah orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Jombang (GMPJ) menggelar aksi damai menolak wacana people power. 

10. Cirebon, Jawa Barat

Tokoh agama di Kabupaten Cirebon menolak gerakan people power terkait hasil Pemilu 2019. People power dianggap gerakan yang memicu perpecahan antar kelompok masyarakat di Indonesia.

11. Purworejo, Jawa Tengah

Para ulama, tokoh masyarakat, MUI, KPU, Bawaslu hingga timses 01 dan 02 bersama Forkompimda Purworejo menolak gerakan people power. Adanya gerakan people power pasca Pemilu 2019 sangat meresahkan. Tokoh-tokoh daerah menganggap hal tersebut sebagai tindakan yang tidak konstitusional.

12. NTT

Sejumlah tokoh agama di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berbatasan dengan Timor Leste, mengajak seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya di NTT, tidak terpancing wacana people power yang saat ini sedang beredar di masyarakat umum. Mereka menilai isu people power sengaja dimunculkan dengan tujuan memecah belah bangsa.

13. NTB

Ra'is Syuriah PWNU NTB TGH Lalu Turmudzi Badaruddin yang juga merupakan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, menolak aksi "people power" terkait kabar kecurangan dalam pesta demokrasi Pemilu Serentak 2019.

14. Bangkalan, Jawa Timur

Para tokoh agama di Kabupaten Bangkalan, sepakat menolak gerakan people power yang disampaikan pendukung pasangan calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, karena hal itu dinilai bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan asas demokrasi Pancasila.

15. Purwokerto, Jawa Tengah

Gerakan people power atau pengerahan kekuatan massa sangat berbahaya bagi kepentingan bangsa dan negara, demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Anjar Nugroho. Menurutnya, gerakan ini hanya gertakan dari pihak-pihak yang memiliki tujuan tertentu terkait dengan Pilpres 2019.

16. Semarang, Jawa Tengah

Para tokoh agama di Kota Semarang menolak ajakan people power. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang K.H. Anasom di Semarang,  meminta masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan gerakan ini.

17. Banyumas, Jawa Tengah

People power yang diserukan Amien Rais dinilai bertentangan dengan ajaran agama Islam, kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas Kiai Haji Khariri Shofa. Menurutnya, ajakan itu bisa berarti pengerahan massa yang tujuannya bertentangan dengan konstitusional. 

18. Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Sejumlah tokoh agama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan menolak ajakan people power yang mulai dihembuskan pihak-pihak yang tak puas dengan proses pemilu.

19. Banten, Jawa Barat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, menolak keras tindakan people power atau kekuatan masyarakat yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dengan cara inkonstitusional. Mereka menilai gerakan tersebut hanya menguntungkan segelintir pihak. Mereka juga mengatakan jika people power ini bertujuan memecah belah bangsa. Karenanya MUI Banten mengimbau warganya agar tak terprovokasi seruan ttersebut.

Redaktur: Ardini Maharani Dwi Setyarini

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER