Melecehkan Profesi Guru, Game Online Hago Minta Maaf

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerima surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Hago Indonesia. (dok)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menerima surat klarifikasi dan permintaan maaf dari Hago Indonesia. (dok)

GenPI.co - Game online Hago meminta maaf atas penayangan iklannya yang melecehkan profesi guru. Permintaan maaf itu diterima Kementerian Pendidikan Kebudayaan, KPI Pusat, dan AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia).

Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud RI, Ahmad Mahendra mengatakan "Kami mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarkan konten iklan yang dapat menyakiti perasaan ataupun membuat para guru tidak nyaman tersebut," ujar Ahmad pada siaran pers yang terima GenPI.co, Jumat (17/5).  

Ahmad menekankan bahwa kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bagi publik, perusahaan, dan pembuat konten, untuk lebih peduli dan sensitif dalam penggambaran guru ataupun sistem pendidikan. "Guru adalah panutan bagi generasi mendatang,” tandasnya.

BACA JUGA: Video Viral, Iklan Game Online Hago Melecehkan Guru

Valen Fan, Hago Country Manager, Indonesia, menjelaskan berbagai proses yang terkait dengan proses evaluasi konten di dalam perusahaan sudah kami evaluasi dan akan kami perbaiki. 

"Kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman yang lebih baik dan mendidik, melalui beberapa saran serta masukan dari pihak-pihak institusi masyarakat, dimulai dari Kemendikbud, KPI Pusat, AGSI, dan asosiasi-asosiasi guru di Indonesia,” jelasnya.

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER