Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

83 Nelayan Hilang di Laut Selama Enam Bulan Terakhir

Ilustrasi - kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditangkap setelah mencuri ikan di perairan Indonesia di Selat Malaka dijaga KRI Kerambit-627 menuju Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan, Sumatera Utara. (FOTO: ANTARA/HO)
Ilustrasi - kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditangkap setelah mencuri ikan di perairan Indonesia di Selat Malaka dijaga KRI Kerambit-627 menuju Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan, Sumatera Utara. (FOTO: ANTARA/HO)

GenPI.co - Lembaga Destructive Fishing Watch (DFW), mencatat dalam kurun waktu enam bulan terakhir, yaitu periode Desember 2020 hingga Juni 2021, ada sebanyak 83 nelayan Indonesia hilang di laut akibat musibah dan kecelakaan laut.

Koordinator DFW Indonesia Moh Abdi Suhufan mengatakan bahwa dalam jangka waktu Desember 2020-Juni 2021, ada sebanyak 42 kali insiden kecelakaan yang dialami oleh perahu nelayan atau kapal ikan di perairan Indonesia.

BACA JUGA:  Kapal Asing Jarah Hasil Laut Natuna, Nelayan Lokal Diintimidasi

"Dari 42 insiden tersebut, kami mencatat 142 orang korban dengan rincian 83 hilang, 14 meninggal dan 42 selamat. Rata-rata dalam satu bulan 7 kejadian dialami nelayan dan pasti memakan korban," ujar Abdi seperti yang dilansirndari Antara, Minggu, (20/6/21).

Lebih lanjut, kata Abdi, mayoritas kecelakaan tersebut dialami oleh perahu nelayan yang berukuran di bawah 10 GT (gross tonnage).

Untuk itu, ujar Abdi, kementerian teknis seperti KKP dan Kementerian Perhubungan perlu meningkatkan strategi perlindungan nelayan kecil agar mengurangi jatuhnya korban nelayan yang sedang mencari nafkah di tengah laut.

BACA JUGA:  Jala Nelayan Rusak Tersangkut Hiu Paus, Petugas dan Warga Iuran

Selain itu, kata Abdi, program asuransi nelayan yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu menjangkau nelayan di daerah terpencil dan perlu inovasi pelayanan sebab selama ini sulit di akses.

Apalagi, Koordinator DFW Indonesia mengemukakan bahwa banyaknya insiden yang dialami kapal nelayan ini mengindikasikan tingginya tingkat kerentanan nelayan ketika mencari nafkah.

"Mereka bekerja tanpa perlindungan diri, minim sarana keselamatan, dan beberapa tanpa asuransi," kata Abdi.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING