83 Nelayan Hilang di Laut Selama Enam Bulan Terakhir

83 Nelayan Hilang di Laut Selama Enam Bulan Terakhir - GenPI.co
Ilustrasi - kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditangkap setelah mencuri ikan di perairan Indonesia di Selat Malaka dijaga KRI Kerambit-627 menuju Pangkalan Utama TNI AL I/Belawan, Sumatera Utara. (FOTO: ANTARA/HO)

Sedangkan untuk program asuransi nelayan selama ini, ia berpendapat bahwa hal tersebut masih sarat birokrasi dan prosedural sehingga sulit diakses oleh nelayan.

Menurut dia, indikasi dari hal tersebut dapat terlihat antara lain dari program asuransi nelayan yang diatur dalam ketentuan tersebut belum banyak diketahui oleh nelayan kita.

"Banyak nelayan dan ABK yang tidak mengetahui tentang program dan skema asuransi tenaga kerja bagi nelayan dan ABK sebagai kelompok pekerja Bukan Penerima Upah," kata Abdi.

BACA JUGA:  Fadli Zon Geram, Nelayan Pengamal Pancasila Dihukum 5 Tahun

Ia menegaskan perlunya ada terobosan dalam implementasi program asuransi oleh KKP maupun perusahaan penyelenggara asuransi, antara lain dengan bekerja sama dengan HNSI atau Serikat Pekerja Perikanan untuk meningkatkan jangkauan kepesertaan asuransi bagi nelayan dan ABK teruatam di wilayah dan sentra nelayan di lokasi-lokasi terpencil.

Sementara itu, peneliti DFW Indonesia, Subhan Usman meminta kepada KKP untuk meningkatkan perhatian dan intervensi kepada kelompok nelayan kecil dan tradisional.

BACA JUGA:  Jala Nelayan Rusak Tersangkut Hiu Paus, Petugas dan Warga Iuran

"Kami khawatir, KKP saat ini fokus pada pengembangan perikanan skala besar atau industry karena mengejar target PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)," kata Subhan.

Padahal, ia mengingatkan bahwa perikanan skala kecil adalah mayoritas dari usaha perikanan Indonesia saat ini, yaitu 99,16 persen struktur armada perikanan Indonesia adalah kapal dengan bobot di bawah 30 GT. (ANT)

BACA JUGA:  Kapal Asing Jarah Hasil Laut Natuna, Nelayan Lokal Diintimidasi

Tonton Video viral berikut:

Berita Selanjutnya
Nusantara