Sejarah Berulang, Aksi Mei 1998 dan 2019 Reda Saat Marinir Datang

Marinir memberi pendekatan persuasif pada massa aksi 22 Mei (Foto : Antara)
Marinir memberi pendekatan persuasif pada massa aksi 22 Mei (Foto : Antara)

GenPI.co - Ada pemandangan unik ketika pecah kerusuhan di aksi 22 Mei kemarin. Terutama di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Massa yang beringas menyerang aparat, melempar batu dan kembang api, mendadak menghentikan serangan. Apa pasal? Ternyata mereka menyambut pasukan Marinir yang menyambanginya. Bikin merinding!

Tanpa ada tindakan represif, massa bahkan bernyanyi untuk kedatangan Pasukan Baret Ungu ini. "Terima kasih, terima kasih, dari kami untuk tentara," nyanyi massa sambil bertepuk tangan, seperti dilansir dari Kompas. 

Baca juga :

Cafe Baru di Tepian Musi Milik Tentara ini Enak Buat Nongkrong 

Kerambit, Ditinggalkan TNI Malah Jadi Senjata Wajib US Marshal 

Mengenal Suku Batak, Etnisnya Hotman Paris 

Pasukan Marinir mengiringi massa yang mundur dan mereka menyisir wilayah Slipi tanpa kekerasan. Anggota Marinir juga diterjunkan agar bisa bernegosiasi dengan massa. Suasana pun kembali tenang. Hanya tinggal kondisi berantakan dengan batu, pecahan kaca dan sisa kembang api.

Peristiwa ini mengingatkan banyak orang pada kerusuhan 21 tahun silam. Mei 1998, menjadi peristiwa yang tak bakal dilupakan. Toko dijarah, banyak korban kekerasan, hingga ribuan nyawa melayang. 

Di saat kondisi lagi tegang, Marinir menyapa rakyat dengan senjata yang larasnya dibalik. Bahkan mereka mendekati massa dengan tersenyum. "Mereka tidak arogan," ujar Edi, salah satu eks mahasiswa yang dulu pernah ikut aksi 98, kepada GenPI.co via sambungan selular, Kamis (23/5). 

Ketika pasukan lain bentrok fisik dengan rakyat, Marinir justru membangun komunikasi yang baik dengan warga. Begitu pula ketika aksi 22 Mei kemarin. "Jujur saya salut. Mereka luar biasa. Siap pasang badan kalau terjadi apa-apa. Senjata mereka gak ada satu pun yang menyalak. Bagus lah ada aparat yang sudah identik dekat dengan rakyat," pungkas Edi.


Tonton lagi :



Redaktur: Ardini Maharani Dwi Setyarini

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Mia Kamila
Reporter
Mia Kamila

KULINER