Flight Shame, Gerakan Traveling Tanpa Pesawat

Ilustrasi pesawat terbang (ist)
Ilustrasi pesawat terbang (ist)

GenPI.co - Saat ini terdapat sekitar 20.000 pesawat di seluruh dunia dan diperkirakan akan mencapai jumlah 50.000 pesawat pada 2040. Emisi yang dihasilkan oleh industri penerbangan saat ini sekitar 2% dari keseluruhan polusi udara, namun angka itu akan mencapai 16% pada tahun 2050. 

Angkanya kontribusi polusinya memang sangat kecil saat ini namun telah ada gerakan yang mengantisipasi kemungkinan industri penerbangan menjadi penyumbang besar bagi polusi udara. Gerakan ini memakai beberapa namun tujuannya sama, mengurangi jumlah orang yang memilih pesawat untuk bepergian. 

Berawal dari Flight-free, kini gerakan menolak terbang telah masuk ke tahap selanjutnya dengan mengambil nama Flight-Shame. Gerakan ini berawal di Swedia, negara dengan frekuensi penerbangan tertinggi di dunia, satu orang Swedia terbang 7 kali lebih banyak dari warga Eropa lainnya. 

Flight-Shame adalah terjemah dari kata bahasa Swedia ‘flygskam’ yang berarti ‘mempermalukan penerbangan’. Gerakan semacam ini telah muncul lama secara sporadis di Eropa namun baru mendapatkan momentumnya belakangan ini. 

BACA JUGA: Penyebab Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal dari Internasional

loading...

Salah satu tokoh berpengaruh yang mempopulerkan Flight Shame adalah Bjorn Ferry, seorang atlet olimpiade musim dingin 2010 dari Swedia. Tokoh lainnya adalah aktifis muda yang memerangi pemanasan global Greta Thunberg yang berangkat menuju pertemuan ekonomi dunia di Davos dengan menempuh 32 jam perjalanan kereta setelah menolak menaiki pesawat seperti para undangan lainnya. Keduanya memicu warga Swedia yang satu ide untuk melakukan hal yang sama, flygskam.

Perusahaan kereta Swedia sendiri melaporkan kenaikan pembelian tiket sampai 50% pada tahun 2017 berbarengan dengan 3% penurunan pada pembelian tiket pesawat.Pemimpin Partai Hijau Inggris Sian Berry yang tidak pernah menggunakan pesawat sejak tahun 2005 mendukung usaha pengenalan dan penerapan pajak penebang berulang. 

“Salah satu cara mengurangi permintaan tiket pesawat adalah retribusi penerbang berulang, yang akan mengizinkan setiap orang untuk terbang satu kali dalam setahun tanpa pajak tambahan, dan lalu pajak ini akan meningkat banyak. Satu penerbangan setahun cukup adil.” Ujarnya kepada inews.co.uk


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Cahaya

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING