Gunung Agung Meletus, NASA : Kita Harus Bahagia

NASA berkata kita harus bahagia bila Gunung Agung meletus dahsyat. Habis dengar lagu Yura Yunita? (Foto : Radar Bali)
NASA berkata kita harus bahagia bila Gunung Agung meletus dahsyat. Habis dengar lagu Yura Yunita? (Foto : Radar Bali)

GenPI.co - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan hal yang gak lazim didengar manusia biasa. Mereka menyebutkan Gunung Agung meletus, kita harus bahagia! Aneh, kan? Memang terdengar agak ngeselin, tapi pastinya NASA tak mungkin bicara seperti ini jika tidak didasari dengan alasan kuat.

Jadi, menurut NASA, ternyata meletusnya Gunung Agung berpotensi menyelamatkan dunia dari perubahan iklim ekstrem. Pada 2018 mereka bahkan berharap Gunung Agung memang meletus dan bisa melacak bahan kimia yang dimuntahkan ke arah atmosfer apakah berpotensi melawan perubahan iklim. 

Baca juga :

Gunung Agung Meletus, Turis Selandia Baru Tetap ke Bali 

Begini Sejarah Gunung Agung Meletus, Persis Ki Joko Bodo Lahir 

Longsor di Tambang Emas Gunung Pongkor, 20 Orang Tertimbun 

Ilmuwan NASA melihat dari kasus meledaknya Gunung Tambora pada 1815. Pada saat itu cuaca di dunia hampir tidak ada matahari. Di luar negeri terjadi musim dingin yang dahsyat. Karenanya peneliti mengambil kesempatan, apakah meledaknya Gunung Agung bisa mempengaruhi iklim seperti Tambora, demikian dikutip dari Tribun.

Gunung Agung Meletus, NASA : Kita Harus Bahagia

Kasus gunung mempengaruhi iklim juga terjadi ketika Gunung Pinatubo di Filipina meletus dahsyat pada 1991. Suhu global bahkan turun rata-rata 1 derajat Fahrenheit selama beberapa tahun. Harian The New York Times menulis hal ini adalah pengaruh alami bumi. 

Karenanya, ilmuwan sangat berharap dari Gunung Agung meletus agar bisa meneliti dan berpotensi menyelamatkan planet ini dari serangkaian kejadian alam yang mengerikan. Apalagi ilmuwan mengatakan letusan Gunung Agung identik dengan Pinatubo. Mereka berharap bisa mengirim balon udara untuk mengukur dampak letusan gunung itu ke atmosfer dan mempelajari efeknya di tahun-tahun berikutnya. Tapi masalah dasar muncul. Kapan gunung itu meletus hebat? Hanya Tuhan yang tahu.


Tonton lagi :



RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER